google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Kodim 0107/Aceh Selatan Gelar Upacara Mingguan, Dandim Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Wilayah Sinergi TNI dan Warga, Tahap Awal Pembangunan 14 Jembatan Beton di Aceh Selatan Terus Berjalan Kinerja BPBD dan Dinsos Disorot, HMI Kutacane Minta Bupati Aceh Tenggara Ambil Sikap Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK Karang Taruna Aceh Selatan Rudi MS, SKM Hadiri Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim di Pesantren Ashabul Kahfi TNI dan Warga Bahu Membahu Mulai Pembangunan Jembatan Beton di Kemumu Seberang

Politik

Dua Tahun Warhamni di Satresnarkoba, Narkoba Masih Jadi Tantangan Aceh Tenggara

badge-check

Dua Tahun Warhamni di Satresnarkoba, Narkoba Masih Jadi Tantangan Aceh Tenggara Perbesar

ACEH TENGGARA– Peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara.

Menjelang dua tahun Warhamni menjalankan tugas di jajaran Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara, perhatian publik kembali tertuju pada upaya kepolisian menekan peredaran barang terlarang tersebut hingga ke tingkat desa.

Informasi yang diterima menyebutkan, dugaan aktivitas peredaran narkotika masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Babussalam, Badar, Bambel dan Lawe Sumur.

Informasi tersebut tentu membutuhkan pendalaman dan penanganan aparat penegak hukum. Namun, munculnya keresahan masyarakat menjadi sinyal bahwa persoalan narkoba masih membutuhkan perhatian secara berkelanjutan.

Pemberantasan narkotika juga tidak cukup hanya dilihat dari berapa banyak kasus yang berhasil diungkap atau tersangka yang diamankan.

Lebih jauh, masyarakat berharap penindakan dapat menyentuh mata rantai peredaran secara menyeluruh, termasuk mengungkap pemasok dan jaringan yang berada di balik peredaran narkotika.

Sebab, dampak narkoba tidak berhenti pada pelaku yang ditangkap. Penyalahgunaan narkotika dapat merembet ke lingkungan keluarga, generasi muda, keamanan desa hingga berbagai persoalan sosial lainnya.

Menjelang dua tahun Warhamni menjalankan tugas dalam penanganan perkara narkotika, publik tentunya membutuhkan gambaran mengenai capaian, tantangan serta strategi kepolisian dalam menghadapi persoalan narkoba di Aceh Tenggara.

Kondisi geografis Aceh Tenggara dengan wilayah yang luas juga menjadi tantangan tersendiri bagi aparat dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

Karena itu, upaya pemberantasan narkotika membutuhkan kerja bersama. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah daerah, BNNK, pemerintah desa, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pemuda dan keluarga.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting, terutama dalam memberikan informasi serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih tanggap terhadap potensi penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Terkait informasi dugaan masih adanya peredaran narkotika di sejumlah wilayah, termasuk Babussalam, Badar, Bambel dan Lawe Sumur, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo dikonfirmasi melalui WhatsApp pada Sabtu (3/10/2026).

Konfirmasi juga disampaikan terkait langkah Polres Aceh Tenggara dalam menekan peredaran narkoba serta strategi ke depan untuk melibatkan masyarakat dalam pemberantasan narkotika.

Kapolres Aceh Tenggara mengatakan pihaknya akan mempelajari informasi tersebut. Ia juga meminta waktu karena program pemberantasan narkoba masih dalam proses penyusunan.

“Saya akan pelajari bang. Kedepannya saya akan mengajak masyarakat dan abang untuk ikut bersama-sama dalam pemberantasan narkoba. Mohon waktu, program masih saya susun,” ujar AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo.

Pernyataan tersebut menjadi respons resmi kepolisian terhadap perhatian masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika di sejumlah wilayah Aceh Tenggara.

Kini, masyarakat menunggu langkah konkret yang akan disusun Polres Aceh Tenggara, terutama dalam memperkuat pencegahan, penindakan serta membangun keterlibatan masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran narkotika.

Sebab, tantangan pemberantasan narkoba bukan hanya bagaimana menangkap pelaku, tetapi juga bagaimana mempersempit ruang peredaran dan mencegah munculnya jaringan baru di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kinerja BPBD dan Dinsos Disorot, HMI Kutacane Minta Bupati Aceh Tenggara Ambil Sikap

12 Oktober 2026 - 07:38 WIB

IMG 20261011 WA0048

Warga 5 Desa di Aceh Tenggara Geram, Galian C Disebut Masih Beroperasi Saat Tanggul Kali Alas Jebol

11 Oktober 2026 - 11:52 WIB

IMG 20261010 WA0021(1)

Musda X Golkar Aceh Tenggara Digelar, Dr. Denni Ambil Kendali dan Serukan Kader Tetap Solid

8 Oktober 2026 - 22:27 WIB

IMG 20261008 WA0066

Cegah Karhutla, Polsek Bukit Tusam Gencarkan Patroli K2YD dan Ingatkan Warga

8 Oktober 2026 - 22:05 WIB

IMG 20261008 WA0031

Cegah Pelajar Terjerat Masalah Hukum, PT PLB Gandeng Satreskrim Polres Aceh Singkil

7 Oktober 2026 - 15:22 WIB

IMG 20261007 WA0040
Terpopuler di Politik