google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Kinerja BPBD dan Dinsos Disorot, HMI Kutacane Minta Bupati Aceh Tenggara Ambil Sikap Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK Karang Taruna Aceh Selatan Rudi MS, SKM Hadiri Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim di Pesantren Ashabul Kahfi TNI dan Warga Bahu Membahu Mulai Pembangunan Jembatan Beton di Kemumu Seberang Jembatan Krueng Batu Mulai Dikerjakan, TNI dan Warga Gotong Royong Gali Abutmen Warga 5 Desa di Aceh Tenggara Geram, Galian C Disebut Masih Beroperasi Saat Tanggul Kali Alas Jebol

Budaya

UPT MKU USK Perlombakan Produk Pembelajaran Berbasis Proyek

badge-check

Flayer Festival Lomba Video Literasi UPT MKU Perbesar

Flayer Festival Lomba Video Literasi UPT MKU

BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) menyelenggarakan Festival Video Literasi sebagai bagian dari luaran produk pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL) pada setiap Mata Kuliah Umum (MKU) di USK.

Kegiatan yang mengusung tema “Kompak Berprestasi, Literasi Berdampak” itu dirancang untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memahami materi perkuliahan, tetapi juga mampu mengolah pengetahuan tersebut menjadi karya kreatif yang komunikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala UPT MKU Universitas Syiah Kuala, Dr. Herman R, S.Pd., M.Pd., Kamis (24/09/2026) mengatakan Festival Video Literasi dibuka bagi mahasiswa USK yang sedang memprogram mata kuliah umum pada semester ganjil 2026/2027.

“Karya video dibuat secara berkelompok di bawah bimbingan dosen pengampu masing-masing kelas. Nantinya ada presentasi hasil karya di kelas untuk dipilih satu video yang akan didelegasikan dalam lomba tingkat universitas,” jelas Herman.

Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk menjawab dan menyemarakkan produk dari pembelajaran berbasis proyek. Kata dia, ada enam mata kuliah umum yang dikelola UPT MKU USK, yakni Bahasa Indonesia, Pendidikan Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Kebencanaan dan Lingkungan, serta Pendidikan Agama.

“Pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghasilkan sesuatu yang konkret dari proses pembelajaran. Festival ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen pengampu untuk mengembangkan literasi sesuai karakter dan substansi masing-masing mata kuliah,” paparnya.

Lebih lanjut, Herman menyampaikan festival itu digelar agar pembelajaran MKU tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi menghasilkan karya yang kreatif, komunikatif, dan memiliki dampak literasi.

“Melalui produksi video, mahasiswa sekaligus belajar bekerja sama, mengembangkan ide, menyusun pesan, memanfaatkan teknologi digital, dan menyampaikan gagasan kepada publik. Nilai-nilai ke-Syiahkualaan akan terlihat jelas dalam program ini,” jelas Herman.

Pegiat literasi Aceh itu menambahkan, festival tersebut diharapkan memperkuat budaya kolaborasi di lingkungan USK. Ia memaparkan bahwa setiap video diproduksi secara berkelompok dan mendapatkan pendampingan dari dosen pengampu.

“Proses ini menjadi bagian penting dari pembelajaran karena mahasiswa dituntut membagi peran, mengelola proses kreatif, menyelesaikan persoalan, dan menghasilkan karya secara bersama-sama,” tegasnya.

Ketua Pelaksana Festival Video Literasi MKU USK, Muntasir, MA TESOL, turut memperjelas bahwa karya yang dikirimkan harus berkaitan dengan mata kuliah yang sedang diprogramkan.

“Konten video tidak boleh mengandung unsur SARA maupun politik praktis. Durasi ditetapkan antara 4–8 menit, menggunakan format landscape untuk platform YouTube, dengan resolusi minimal 720p. Setiap karya juga wajib mencantumkan logo USK, UPT MKU USK, dan Dikti Saintek Berdampak,” kata Muntasir.

Muntasir menambahkan, festival itu menyediakan penghargaan untuk tiga pemenang pada masing-masing kategori mata kuliah. Juara I memperoleh Rp1.500.000, Juara II Rp1.300.000, dan Juara III Rp1.200.000.

“Masing-masing juara dapat piagam dan uang pembinaan juga. Jadi, bukan sekadar melahirkan proyek pembelajaran, tetapi juga dikemas dalam bentuk kompetisi yang bekualitas,” imbuh Muntasir.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati H. Mirwan MS Apresiasi MUQ Aceh Selatan Raih Juara Umum II EXPOSE III Se-Regional Barat Selatan Aceh

9 Oktober 2026 - 13:23 WIB

IMG 20261009 132728 (1200 x 800 piksel)

Dorong Kampus Semakin Mendunia, USK Siapkan Sepuluh Program Unggulan Akademik 2027

5 Oktober 2026 - 19:42 WIB

WhatsApp Image 2026 10 05 at 19.40.09

Dalam Rangka Milad USK, FKIP Luncurkan 53 Buku Karya Dosen

30 September 2026 - 13:06 WIB

Mahasiswa PBI FKIP USK Juara Festival Pantun Internasional

29 September 2026 - 15:33 WIB

WhatsApp Image 2026 09 29 at 15.32.10

Polda Aceh Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Bertugas

28 September 2026 - 15:17 WIB

IMG 20260928 WA0023
Terpopuler di Budaya