google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Kodim 0107/Aceh Selatan Gelar Upacara Mingguan, Dandim Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Wilayah Sinergi TNI dan Warga, Tahap Awal Pembangunan 14 Jembatan Beton di Aceh Selatan Terus Berjalan Kinerja BPBD dan Dinsos Disorot, HMI Kutacane Minta Bupati Aceh Tenggara Ambil Sikap Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK Karang Taruna Aceh Selatan Rudi MS, SKM Hadiri Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim di Pesantren Ashabul Kahfi TNI dan Warga Bahu Membahu Mulai Pembangunan Jembatan Beton di Kemumu Seberang

Pemerintah

Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK

badge-check

Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK Perbesar

ACEHBASE.COM | ACEH SELATAN — Aktivis pemuda Aceh Selatan di Jakarta, Tonicko Anggara, menyoroti tren di lingkungan birokrasi Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan yang menurutnya perlu menjadi perhatian bersama, terutama terkait penggunaan media sosial oleh pejabat dan jajaran satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK).

Tonicko mempertanyakan kecenderungan sejumlah birokrat, termasuk pejabat yang menduduki posisi strategis dan mengepalai SKPK, yang dinilainya lebih sering memublikasikan atau mempromosikan kegiatan organisasi tertentu dibandingkan menyampaikan informasi mengenai program kerja, pelayanan publik, serta capaian instansi masing-masing.

Menurut Tonicko, media sosial pemerintah dan pejabat publik semestinya dimanfaatkan secara optimal untuk menyampaikan informasi yang berkaitan langsung dengan tugas, fungsi, dan tanggung jawab kelembagaan kepada masyarakat.

“Jujur saja, kami mempertanyakan ketika perhatian di media sosial justru lebih banyak tertuju pada kegiatan organisasi tertentu. Seharusnya, masyarakat juga mendapatkan informasi yang memadai mengenai kinerja dinas, program yang sedang berjalan, serta capaian yang telah dihasilkan,” ujar Tonicko Anggara.

Ia menilai publikasi kinerja SKPK menjadi semakin penting di tengah tantangan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran yang dihadapi pemerintah daerah. Dalam situasi tersebut, setiap instansi dituntut mengoptimalkan sumber daya, memperkuat inovasi, serta memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tonicko menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan semata-mata mengenai aktivitas di media sosial, melainkan tentang pentingnya menjaga prioritas kerja birokrasi agar tetap berorientasi pada pelayanan publik dan pencapaian target pembangunan daerah.

Menurutnya, setiap SKPK perlu menunjukkan hasil kerja secara terukur dan transparan. Informasi mengenai realisasi program, kualitas pelayanan, penggunaan anggaran, serta berbagai inovasi pelayanan masyarakat dinilai relevan untuk menjadi bagian dari komunikasi publik pemerintah.

“Di tengah kondisi anggaran yang penuh tantangan, SKPK seharusnya lebih fokus memperkuat inovasi dan kreativitas di instansi masing-masing. Publikasi kegiatan boleh saja dilakukan, tetapi jangan sampai informasi mengenai kinerja dan tanggung jawab utama kepada masyarakat justru kurang mendapat perhatian,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Tonicko meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan untuk turut mencermati fenomena tersebut melalui fungsi pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif.

Ia berharap DPRK dapat mendorong evaluasi terhadap efektivitas komunikasi publik pemerintah daerah, sekaligus memastikan setiap SKPK tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap DPRK Aceh Selatan ikut mencermati persoalan ini dan mengambil langkah konkret sesuai kewenangannya. Pengawasan perlu diarahkan agar seluruh SKPK tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat, transparansi, dan pencapaian kinerja,” tutup Tonicko Anggara.

Sorotan tersebut menjadi pengingat bahwa komunikasi publik pemerintah tidak hanya berkaitan dengan seberapa sering suatu kegiatan dipublikasikan, tetapi juga seberapa jelas masyarakat dapat mengetahui hasil kerja, manfaat program, dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh setiap instansi.

Pada akhirnya, ukuran kinerja birokrasi bukan sekadar ramainya publikasi di media sosial, melainkan hasil kerja yang terukur, pelayanan yang berkualitas, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Langkah Pemkab Aceh Selatan Pulihkan 340 Hektare Sawah, Rehabilitasi Irigasi Didanai TKD Rp1,6 Miliar

10 Oktober 2026 - 01:31 WIB

IMG 20261010 012459 (1100 x 800 piksel)

APBK Aceh Selatan 2027 Disiapkan, Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas Bupati Mirwan

7 Oktober 2026 - 17:40 WIB

IMG 20261007 WA0050

Bupati Aceh Selatan Kunjungi Warga yang Berobat di Banda Aceh, Singgah di Griya Tuan Tapa

6 Oktober 2026 - 23:14 WIB

IMG 20261006 WA0089

Polda Aceh Siap Bersinergi Agar Kawasan Rawan Tanaman Terlarang Jadi Lahan Produktif

29 September 2026 - 22:49 WIB

IMG 20260929 WA0073

Kapolda Aceh Ikuti Ngaji Kebangsaan Bersama Gus Baha, Bahas Pentingnya Moral dalam Menjaga Kamtibmas

26 September 2026 - 15:06 WIB

IMG 20260926 WA0027
Terpopuler di Pemerintah