ACEH TENGGARA— Pungutan tiket dalam ajang Grasstrack Open Trophy Muslim Ayub di Aceh Tenggara menuai sorotan. Pengunjung disebut masuk melalui gerbang utama tanpa pungutan, tetapi kemudian diminta membayar Rp20 ribu setelah berjalan sekitar 500 meter menuju lokasi kegiatan.
Ketua LSM KOREK Aceh, Irwansyah Putra, menyebut mekanisme tersebut membuat masyarakat merasa terjebak.

“Ibarat jebakan Batman. Kita masuk lewat gerbang utama gratis. Setelah berjalan sekitar 500 meter, tiba-tiba dihadang dan diminta bayar,” kata Irwansyah kepada media, Minggu (16/8/2026).
Menurut Irwansyah, sebagian pengunjung akhirnya memilih membayar karena sudah berjalan cukup jauh dari pintu masuk.
“Karena sudah lelah, kalau balik arah tentu sayang. Akhirnya terpaksa kita bayar Rp20 ribu,” ujarnya.
Ia mempertanyakan transparansi penyelenggaraan, terutama mengenai mekanisme tiket, jumlah tiket yang dicetak, pengelolaan uang hasil penjualan, serta pihak yang bertanggung jawab atas pungutan di lapangan.
Irwansyah menilai, apabila tiket masuk memang ditetapkan Rp20 ribu per orang, informasi tersebut semestinya disampaikan secara jelas sejak pengunjung memasuki kawasan kegiatan.
“Kalau tiket Rp20 ribu, sampaikan dari awal. Jangan masyarakat masuk gratis, berjalan 500 meter, kemudian baru ditagih. Ini yang kami persoalkan,” katanya.
Irwansyah juga meminta adanya kejelasan mengenai peran aparat yang berada di lokasi. Menurut dia, tugas pengamanan kegiatan harus dibedakan dengan aktivitas penarikan uang dari pengunjung.
“Kalau aparat ditugaskan mengamankan acara, tentu kami menghargai. Tetapi kalau ada oknum yang ikut melakukan pungutan, ini harus dijelaskan,” tegasnya.
Ia menekankan kritik tersebut bukan bermaksud menghambat kegiatan olahraga maupun hiburan masyarakat. Namun, keterbukaan kepada publik dinilai penting, terlebih kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
“Jangan karena yang mengadakan wakil rakyat, kemudian masyarakat tidak boleh bertanya. Justru wakil rakyat harus memberikan contoh transparansi dan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” kata Irwansyah.
Sementara itu, Muslim Ayub selaku penyelenggara Grasstrack Open Trophy Muslim Ayub telah dikonfirmasi oleh media terkait mekanisme tiket, penyelenggaraan kegiatan, serta anggaran yang digunakan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, Muslim Ayub belum memberikan tanggapan.
Pesan konfirmasi yang dikirim melalui WhatsApp diketahui telah berstatus terbaca, tetapi belum mendapat jawaban.
Media masih membuka ruang bagi Muslim Ayub maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi mengenai mekanisme tiket dan penyelenggaraan kegiatan tersebut.














