ACEHBASE.COM | TAPAKTUAN — Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,6 miliar dari Transfer ke Daerah (TKD) untuk rehabilitasi intake groundsill di Sungai Krueng Baru, Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Labuhan Haji Barat.
Program tersebut ditujukan untuk memulihkan sistem pengairan bagi sekitar 340 hektare areal persawahan yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Aceh Selatan, Skar Fharaby, mengatakan pekerjaan rehabilitasi dilakukan melalui pemasangan batu boulder atau batu gajah sebagai bagian dari upaya memperbaiki fungsi intake groundsill untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
“Rehabilitasi intake groundsill di Krueng Baru tersebut untuk memulihkan pengairan terhadap areal persawahan seluas 340 hektare yang terdampak banjir beberapa waktu lalu,” katanya, Senin (5/10/2026).
Menurut Skar, pekerjaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah, terutama melalui peningkatan pola tanam sehingga petani diharapkan dapat melakukan dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
Ia menjelaskan, konstruksi yang dikerjakan menggunakan batu gajah tersebut memiliki lebar tapak 15 meter, tinggi 4 meter, dan panjang 100 meter.
Kontrak pekerjaan dimulai pada Juni 2026 dengan target penyelesaian pada November 2026. Hingga awal Oktober, progres fisik pekerjaan dilaporkan mencapai sekitar 38 persen, sementara serapan anggaran berada di angka 30 persen.
“Terkait kendala, sampai saat ini belum ada, walaupun wilayah tersebut memasuki musim hujan. Kami upayakan bekerja semaksimal mungkin agar penyelesaian sesuai target,” ujar Skar.
Sementara itu, Ketua Tim Monitoring Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat Pascabencana Alam Provinsi Aceh, Imran, mengatakan rehabilitasi intake groundsill tersebut berfungsi sebagai bagian dari upaya penyediaan dan pengaturan aliran air untuk memenuhi kebutuhan irigasi bagi 340 hektare lahan persawahan.
Ia berharap pekerjaan yang sedang berlangsung dapat diselesaikan sesuai target sehingga distribusi air ke areal persawahan dapat kembali terpenuhi.
“Kami harapkan dengan selesainya pekerjaan rehabilitasi intake groundsill, yaitu pemasangan batu di Sungai Krueng Baru, kebutuhan pengairan untuk area 340 hektare sawah bisa terpenuhi,” kata Imran.
Pemulihan Irigasi, Penguatan Ketahanan Pangan
Rehabilitasi intake groundsill Krueng Baru diharapkan membantu memulihkan produktivitas pertanian masyarakat, menjaga keberlangsungan musim tanam, serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Aceh Selatan.
Penyelesaian pekerjaan sesuai target menjadi hal penting agar manfaat infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan para petani, terutama dalam menghadapi musim hujan dan pemulihan lahan pertanian pascabanjir.[]














