google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Plt. Kepala SDN Kuta Baro Aceh Selatan, Rasvia Sukma, Tampil sebagai Presenter di Konferensi Internasional UBBG TNI Lanjutkan Pembangunan 14 Jembatan Beton di Aceh Selatan, Pembongkaran dan Penggalian Fondasi Dikebut TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton di Buluh Didi, Kluet Timur GEKRAFS Aceh Besar Resmi Dilantik, Sulthan F. Ayhwan Pimpin Penguatan Ekonomi Kreatif Dandim Aceh Selatan Motivasi Bakal Calon Prajurit TNI AD, Tegaskan Masuk TNI Gratis dan Tanpa Calo TNI Droping Material di Sejumlah Titik Pembangunan 14 Jembatan Beton Aceh Selatan

Pemerintah

TTI Peringatkan Kepala Daerah Usai OTT KPK: Jangan Jadikan Jabatan Ajang Memperkaya Diri

badge-check

TTI Peringatkan Kepala Daerah Usai OTT KPK: Jangan Jadikan Jabatan Ajang Memperkaya Diri Perbesar

ACEHBASE.COM | BANDA ACEH – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mengingatkan seluruh kepala daerah agar menjadikan operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai peringatan serius untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.

Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, menilai masih berulangnya OTT terhadap kepala daerah menunjukkan bahwa praktik korupsi di lingkungan pemerintahan belum sepenuhnya dapat dicegah. Menurutnya, persoalan tersebut banyak berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, hingga pengelolaan anggaran daerah.

“Setiap OTT bukan sekadar penindakan terhadap individu, tetapi merupakan alarm bahwa masih ada celah dalam sistem pemerintahan yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Tidak ada jabatan yang kebal terhadap hukum,” kata Nasruddin dalam keterangannya, Senin.

Ia menegaskan, dana yang bersumber dari APBN maupun APBD merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara transparan dan akuntabel untuk kepentingan publik, bukan menjadi sumber rente, suap, ataupun permainan proyek.

Menurut TTI, berbagai kasus korupsi sering kali berawal dari proses pengadaan yang tidak transparan, pengaturan pemenang tender, penyalahgunaan mekanisme e-purchasing, penyusunan spesifikasi yang mengarah kepada pihak tertentu, hingga intervensi terhadap Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan maupun pejabat pengadaan.

Karena itu, TTI mendorong pemerintah daerah memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan keterbukaan informasi pengadaan, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran.

Nasruddin mengatakan praktik korupsi umumnya tidak terjadi secara instan, melainkan diawali dari pembiaran terhadap penyimpangan kecil, konflik kepentingan, hingga praktik kolusi yang kemudian dianggap sebagai hal yang lumrah.

“Jika tidak dihentikan sejak awal, ujungnya adalah penegakan hukum,” ujarnya.

TTI juga mengingatkan seluruh pejabat agar tidak menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya diri sendiri maupun menguntungkan pihak tertentu. Integritas, kata Nasruddin, harus menjadi fondasi utama dalam setiap pengambilan kebijakan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan keuangan negara.

Sebagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang transparansi pengadaan, TTI menyatakan akan terus mengawal proses pengadaan barang dan jasa pemerintah di berbagai daerah. Pengawasan dilakukan melalui identifikasi indikator risiko (red flags) serta penyampaian hasil kajian kepada instansi pengawas maupun aparat penegak hukum apabila ditemukan dugaan penyimpangan.

“Jangan menunggu KPK datang melakukan OTT. Bangunlah pemerintahan yang bersih sejak hari pertama menjabat. Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan. Kepala daerah harus dikenang karena prestasinya membangun daerah, bukan karena tersandung kasus korupsi,” tutup Nasruddin.[RD]

 

Sumber : FB Sulthan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK

11 Oktober 2026 - 19:15 WIB

IMG 20261011 WA0026

Langkah Pemkab Aceh Selatan Pulihkan 340 Hektare Sawah, Rehabilitasi Irigasi Didanai TKD Rp1,6 Miliar

10 Oktober 2026 - 01:31 WIB

IMG 20261010 012459 (1100 x 800 piksel)

APBK Aceh Selatan 2027 Disiapkan, Kemiskinan Ekstrem Jadi Prioritas Bupati Mirwan

7 Oktober 2026 - 17:40 WIB

IMG 20261007 WA0050

Bupati Aceh Selatan Kunjungi Warga yang Berobat di Banda Aceh, Singgah di Griya Tuan Tapa

6 Oktober 2026 - 23:14 WIB

IMG 20261006 WA0089

Polda Aceh Siap Bersinergi Agar Kawasan Rawan Tanaman Terlarang Jadi Lahan Produktif

29 September 2026 - 22:49 WIB

IMG 20260929 WA0073
Terpopuler di Pemerintah