JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh Barat Daya, Masady Manggeng, dijadwalkan dikukuhkan sebagai salah satu jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia (PP-GNTI) dalam pelantikan Pengurus Badan dan Sayap Pusat Partai yang akan digelar pada Selasa (21/7/2026) di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Masady merupakan alumnus SMK Negeri 2 (STM) Meulaboh Jurusan Teknik Gambar Bangunan angkatan 2004. Semasa sekolah, ia dikenal sebagai Ketua OSIS periode 2002–2003.

Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sayap PDI Perjuangan untuk memperkuat perjuangan di sektor nelayan, pertanian, dan masyarakat pesisir.
Kepastian pelantikan tercantum dalam Surat Undangan DPP PDI Perjuangan Nomor 1303/IN/DPP/VII/2026 tertanggal 17 Juli 2026 tentang Pelantikan Pengurus Badan dan Sayap Pusat Partai. Dalam lampiran surat itu, nama Masady Manggeng tercantum sebagai salah satu pengurus PP-GNTI yang akan dikukuhkan.
Sebut Amanah Besar
Masady mengatakan kepercayaan tersebut merupakan amanah untuk memperjuangkan kepentingan nelayan Indonesia melalui organisasi.
“Ini bukan sekadar kepercayaan organisasi, tetapi amanah untuk memastikan suara nelayan benar-benar hadir dalam setiap proses perumusan kebijakan. PP-GNTI harus menjadi organisasi yang mengawal kepentingan nelayan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat pesisir,” kata Masady.
Menurut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan harus menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
“Nelayan adalah garda terdepan kemakmuran dan kedaulatan bangsa. Negara harus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada nelayan secara berkelanjutan, bukan hanya bantuan sesaat,” ujarnya.
Berawal dari Ketua OSIS STM Meulaboh
Sebelum berkiprah di tingkat nasional, Masady memulai pengalaman organisasinya saat dipercaya menjadi Ketua OSIS SMK Negeri 2 (STM) Meulaboh periode 2002–2003.
Setelah lulus pada 2004, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Riau dan aktif sebagai Ketua Umum Badan Otorita Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau.
Di tingkat nasional, ia pernah memimpin Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) periode 2007–2009. Ia juga menjadi Ketua Panitia Pendirian dan Kongres Pertama Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).
Pada 2014, Masady tercatat sebagai salah satu deklarator Forum Maritim Hebat (FMH) yang menggagas program “Blusukan 1.000 Pulau” untuk menyerap aspirasi masyarakat pesisir.
Pengalaman tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai Komite Bidang Kemaritiman DPP PDI Perjuangan periode 2014–2019.
Pernah Maju sebagai Caleg DPR RI
Dalam dunia politik, Masady merupakan kader PDI Perjuangan dan alumni Diklat Kader Pratama PDI Perjuangan Jakarta Timur.
Pada Pemilu 2024, ia maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh II. Meski belum terpilih, ia menyatakan tetap aktif memperjuangkan isu perlindungan nelayan, pembangunan kawasan pesisir, ketahanan pangan, dan ekonomi maritim melalui berbagai organisasi.
Fokus Perjuangkan Nelayan
Masady berharap PP-GNTI dapat menjadi jembatan antara aspirasi nelayan dengan pemerintah sekaligus mengawal lahirnya kebijakan yang berpihak pada masyarakat pesisir.
“Nelayan membutuhkan kebijakan yang adil, perlindungan yang memadai, akses terhadap sarana produksi, dan kepastian kesejahteraan. PP-GNTI harus hadir sebagai mitra yang kritis sekaligus konstruktif dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional,” katanya.
Ia berharap pelantikan pengurus baru PP-GNTI menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi dari tingkat pusat hingga daerah serta melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan nelayan, petani, dan masyarakat pesisir.[RD]














