ACEH TENGGARA– Komitmen Kapolres Aceh Tenggara AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo, S.H., S.I.K., CPHR., CBA. untuk memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringan mendapat dukungan dari Lembaga Anti Narkotika Nasional (LANN) Aceh Tenggara. Organisasi anti narkotika itu berharap langkah yang digaungkan kepolisian benar-benar diwujudkan melalui penindakan yang konsisten, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Kapolres saat memberikan arahan kepada personel Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara di Mapolres Aceh Tenggara, Selasa (5/8/2026). Dalam arahannya, Kapolres meminta seluruh personel meningkatkan kualitas penyelidikan, memperkuat fungsi intelijen, serta membongkar jaringan peredaran narkotika hingga ke tingkat pengendali.

Menurut Kapolres, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari banyaknya pelaku yang ditangkap. Yang lebih penting adalah memutus mata rantai peredaran sehingga jaringan tidak lagi leluasa merusak masa depan generasi muda di Aceh Tenggara.
“Komitmen kita tidak boleh goyah. Berantas narkoba sampai ke akarnya, ungkap jaringannya, dan jangan pernah memberi ruang bagi para pelaku. Jadilah personel yang bekerja dengan keberanian, profesionalisme, dan integritas demi melindungi masyarakat serta menyelamatkan generasi penerus bangsa,” tegas AKBP Rujiyanto Dwi Poernomo.
Menanggapi komitmen tersebut, Ketua LANN Aceh Tenggara, Habibullah, menyatakan pihaknya menyambut baik langkah yang diambil Polres Aceh Tenggara. Menurutnya, perang terhadap narkotika membutuhkan konsistensi serta sinergi seluruh elemen masyarakat agar hasilnya benar-benar dirasakan.
“LANN Aceh Tenggara menyambut baik komitmen Kapolres Aceh Tenggara untuk memberantas narkoba hingga ke akar jaringan. Langkah ini patut kita dukung bersama karena sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan Aceh Tenggara bersih dari ancaman narkotika,” ujar Habibullah.
Ia berharap seluruh program pemberantasan narkotika yang telah disusun dapat dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan perang melawan narkoba tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi juga oleh upaya pencegahan, edukasi, dan partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat.
“LANN berharap seluruh program kerja yang dijalankan semakin efektif, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci untuk mewujudkan Aceh Tenggara yang aman, bersih, dan bebas dari ancaman narkotika,” katanya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri. Dukungan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mengungkap jaringan peredaran narkotika yang selama ini merusak kehidupan sosial dan mengancam generasi muda.
Dengan adanya komitmen dari kepolisian serta dukungan LANN Aceh Tenggara, diharapkan upaya pemberantasan narkotika di Kabupaten Aceh Tenggara semakin kuat dan mampu memutus jaringan peredaran hingga ke akarnya, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.














