google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Kinerja BPBD dan Dinsos Disorot, HMI Kutacane Minta Bupati Aceh Tenggara Ambil Sikap Soroti Trend di Lingkungan Birokrasi Aceh Selatan, Tonicko Anggara Pertanyakan Fokus Kinerja SKPK Karang Taruna Aceh Selatan Rudi MS, SKM Hadiri Maulid Nabi dan Santunan Anak Yatim di Pesantren Ashabul Kahfi TNI dan Warga Bahu Membahu Mulai Pembangunan Jembatan Beton di Kemumu Seberang Jembatan Krueng Batu Mulai Dikerjakan, TNI dan Warga Gotong Royong Gali Abutmen Warga 5 Desa di Aceh Tenggara Geram, Galian C Disebut Masih Beroperasi Saat Tanggul Kali Alas Jebol

Budaya

Nanti Malam, Puitika Kopi Menyatukan yang Terbelah dan Terpilah

badge-check

Nanti Malam, Puitika Kopi Menyatukan yang Terbelah dan Terpilah Perbesar

Banda Aceh—Penyair Aceh yang berdomisili di Jakarta, Fikar W. Eda, menginisiasi kegiatan Puitika Kopi di Kedai Kopi, malam ini, Jumat (10/07/2026). Kegiatan tersebut akan dilaksakan di Kedai Kopi Yah Cut, Jalan Prof. A. Hasjmy, Gampong Ilie, Ulee Kareng, Banda Aceh.

Kegiatan yang akan dimulai pada pukul 20.30 WIB itu menghadirkan beberapa penyair Aceh, antara lain Devie Matahari berdarah Betawi, Zul Kirbi berdarah Minang, dan Rahmad Sanjaya berdarah Gayo.

Selain itu, ada juga Sarjev Hijri yang dikenal dengan blues Aceh-nya, Wina SW1 yang dikenal sebagai penyair Aceh-Kimono, Fozan Santa si penyair yang dramawan, dan Herman RN si penyair akademisi.

“Rencana kegiatan ini akan dibuka langsung oleh Sekda Aceh, Bapak Muhammad Nasir. Bukan dibuka dengan pidato resmi sebagaimana acara formal, tapi dibuka dengan puisi pidato. Jadi, Pak Sekda juga akan baca puisi,” ujar Fikar W. Eda.

Menurut Fikar, beberapa pejabat publik juga diundang membaca puisi atau menampilkan atraksi seni. Kata dia, Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, juga direncakan hadir membaca puisi.

“Kita juga sudah undang Rektor USK, Rektor ISBI Aceh, Rektor UTU, Rektor UIN. Semoga para pemimpin perguruan tinggi di Aceh ini bisa hadir semua. Kita ingin memperlihatkan bahwa dengan puisi dan kopi, semua bisa bersatu. Yang terpilah bsa bertaut,” kata Fikar.

Lebih lanjut, Fikar mengatakan kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Komunitas Desember Kopi Gayo, sebuah lembaga seni yang didirikan oleh Fikar dan Devie Matahari sejak sepuluh tahun lalu.

“Kami akan terus berbuat dan bergiat dalam bidang seni-sastra, tanpa memilah status, jenjang pendiidkan, dan usia. Kami percaya, jika politik memilah dan memecah, seni dan sastra yang akan menyatukan dan menautkan,” tegas Fikar W. Eda.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dalam Rangka Milad USK, FKIP Luncurkan 53 Buku Karya Dosen

30 September 2026 - 13:06 WIB

Mahasiswa PBI FKIP USK Juara Festival Pantun Internasional

29 September 2026 - 15:33 WIB

WhatsApp Image 2026 09 29 at 15.32.10

Polda Aceh Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah dalam Bertugas

28 September 2026 - 15:17 WIB

IMG 20260928 WA0023

UPT MKU USK Perlombakan Produk Pembelajaran Berbasis Proyek

24 September 2026 - 12:44 WIB

WhatsApp Image 2026 09 23 at 08.21.16

Aceh Selatan Raih Juara II Paviliun Kuliner Terbaik di Aceh Culinary Festival 2026

13 September 2026 - 23:23 WIB

IMG 20260913 WA0024
Terpopuler di Budaya