ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Komandan Kodim (Dandim) 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Tapaktuan, Kamis (22/10/2026).

Upacara tersebut dipimpin Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE., dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten Sekdakab, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pimpinan pondok pesantren dan dayah, para ulama, serta ratusan santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Selatan.
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yang mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat akhlak, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Kehadiran Dandim 0107/Aceh Selatan merupakan bentuk dukungan TNI terhadap penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan karakter generasi muda, serta sinergi dengan ulama dan kalangan pesantren dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Dandim Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menuturkan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa, tidak hanya melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“TNI senantiasa mendukung upaya pembinaan generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, dan memiliki semangat pengabdian. Santri merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia juga berharap momentum Hari Santri dapat memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren, serta mendorong para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, ulama, dan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus dipelihara guna menciptakan generasi muda yang religius, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE., saat membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam amanat tersebut disinggung peran Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 dalam membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945.
Menteri Agama dalam amanatnya juga menekankan bahwa tantangan santri masa kini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini mereka diharapkan mampu menguatkan negeri melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta akhlak mulia.
Santri juga didorong untuk menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu berperan sebagai ulama, pendidik, ilmuwan, pengusaha, maupun pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan karakter bangsa melalui tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Peringatan Hari Santri 2026 di Aceh Selatan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, ulama, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mempersiapkan generasi muda yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.[Red]














