google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Air Banjir Telah Surut Total, TNI dan BPBD Tetap Siaga Pantau Wilayah Terdampak di Aceh Selatan Sejumlah Titik Jembatan Garuda di Aceh Selatan Masuki Tahap Pengecoran, TNI dan Warga Kompak Percepat Pembangunan Pascabanjir Trumon Tengah Dan Trumon, TNI Bersama Lintas Instansi Bersihkan Fasilitas Umum dan Rumah Warga Pembangunan Jembatan Garuda Terus Dikebut, Pengecoran Badan Jembatan di Desa Jambo Papan Hampir Rampung LSM KOREK Soroti Anggaran Sandang Pangan Dinsos Agara 2024–2026, Irwansyah: Dugaan Mark Up Harus Diusut! Kepala Pos Komando Nasional Tinjau Banjir Trumon Raya, Kunjungi Pengungsi dan Siapkan Langkah Penanganan Jangka Panjang

Nanggroe

Dandim 0107/Aceh Selatan Hadiri Peringatan Hari Santri 2026, Tekankan Peran Santri dalam Membangun Negeri

badge-check

Dandim 0107/Aceh Selatan Hadiri Peringatan Hari Santri 2026, Tekankan Peran Santri dalam Membangun Negeri Perbesar

ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Komandan Kodim (Dandim) 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menghadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kota Tapaktuan, Kamis (22/10/2026).

 

Upacara tersebut dipimpin Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE., dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten Sekdakab, kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), pimpinan pondok pesantren dan dayah, para ulama, serta ratusan santri dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Selatan.

 

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yang mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat akhlak, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

 

Kehadiran Dandim 0107/Aceh Selatan merupakan bentuk dukungan TNI terhadap penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan karakter generasi muda, serta sinergi dengan ulama dan kalangan pesantren dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

 

Dandim Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menuturkan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa, tidak hanya melalui penguasaan ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

 

“TNI senantiasa mendukung upaya pembinaan generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, cinta Tanah Air, dan memiliki semangat pengabdian. Santri merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan sekaligus berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.

 

Ia juga berharap momentum Hari Santri dapat memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren, serta mendorong para santri untuk terus belajar, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.

 

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, ulama, dan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus dipelihara guna menciptakan generasi muda yang religius, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE., saat membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan bahwa Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Dalam amanat tersebut disinggung peran Resolusi Jihad yang dimaklumatkan Hadratussyekh Kiai Haji Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 dalam membangkitkan semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945.

 

Menteri Agama dalam amanatnya juga menekankan bahwa tantangan santri masa kini berbeda dengan masa perjuangan kemerdekaan. Jika dahulu santri berjuang mempertahankan kemerdekaan, kini mereka diharapkan mampu menguatkan negeri melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta akhlak mulia.

 

Santri juga didorong untuk menguasai ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan tradisi luhur pesantren. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan mampu berperan sebagai ulama, pendidik, ilmuwan, pengusaha, maupun pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat.

 

Selain itu, pesantren dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan karakter bangsa melalui tiga fungsi utamanya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

 

Peringatan Hari Santri 2026 di Aceh Selatan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, ulama, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta mempersiapkan generasi muda yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.[Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Aceh Selatan Respons Cepat Banjir Trumon Tengah, BPBD dan Dinsos Turunkan Tim serta Hadirkan Dapur Lapangan

28 Oktober 2026 - 23:37 WIB

IMG 20261028 WA0252

Respons Cepat, TNI dan Pemkab Aceh Selatan Bersinergi Tangani Banjir di Trumon Tengah

28 Oktober 2026 - 22:26 WIB

IMG 20261028 WA0228

Prodi Ilmu Administrasi Negara FISIP UIN Ar-Raniry Hadirkan Orasi Ilmiah Ombudsman dalam Pekan Nasional Pelayanan Publik

28 Oktober 2026 - 21:15 WIB

IMG 20261028 WA0081

Kapolda Aceh Turun Langsung Temui Masyarakat di Ulee Lheue, Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

28 Oktober 2026 - 16:43 WIB

IMG 20261028 WA0037

Dialog di RRI Banda Aceh, Dirlantas Polda Aceh Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan

28 Oktober 2026 - 15:22 WIB

IMG 20261028 WA0022
Terpopuler di Nanggroe