ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Bupati Aceh Selatan H. Mirwan MS, SE., M.Sos., merespons bencana banjir yang melanda Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (28/10/2026), dengan mengerahkan tim penanganan darurat serta menghadirkan dapur lapangan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial menurunkan personel ke lokasi untuk melakukan penanganan, membantu masyarakat terdampak, serta memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi dapat terpenuhi.
Banjir terjadi setelah Sungai Lae Soraya atau Sungai Gelombang, yang berhulu dari wilayah Kota Subulussalam, meluap hingga menggenangi permukiman warga di Desa Lhok Raya. Kondisi tersebut menyebabkan puluhan rumah terdampak dan sejumlah warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Respons penanganan di lapangan juga melibatkan jajaran TNI. Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., bersama Tim Reaksi Cepat turun langsung untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan penanganan terhadap masyarakat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Keterlibatan personel TNI bersama unsur pemerintah daerah dan instansi terkait difokuskan pada pemantauan wilayah terdampak, pendataan warga, membantu proses evakuasi apabila diperlukan, serta memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir di Desa Lhok Raya berdampak pada 150 unit rumah warga. Sementara itu, sebanyak 46 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman di Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Aceh.
Untuk mendukung kebutuhan warga selama berada di pengungsian, Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga menghadirkan dapur lapangan. Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak, terutama warga yang belum dapat kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Aceh Selatan, Mudatsir ZA, SE., M.M., menjelaskan bahwa penanganan banjir dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, dengan mengutamakan keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.
Menurutnya, pemantauan kondisi di lapangan terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan genangan, mengidentifikasi kebutuhan warga, dan mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir. Sinergi antarinstansi diperlukan agar langkah penanganan dapat dilaksanakan secara cepat dan tepat sesuai kondisi aktual.
Di sisi lain, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menegaskan bahwa meskipun air mulai berangsur surut, kewaspadaan dan upaya penanggulangan tidak boleh dihentikan. Personel di lapangan tetap diminta memantau perkembangan situasi, terutama pada kawasan permukiman dan akses jalan yang berpotensi terdampak genangan.

Menurutnya, kondisi air yang mulai surut belum sepenuhnya menjamin situasi aman, sehingga perkembangan cuaca dan debit sungai perlu terus diperhatikan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan naiknya kembali permukaan air, terutama apabila hujan kembali turun di wilayah hulu.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, serta unsur terkait terus berkoordinasi dalam penanganan darurat banjir, termasuk pemantauan wilayah, pendataan dampak, dan pemenuhan kebutuhan warga di pengungsian.
Masyarakat yang berada di kawasan rawan banjir diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan petugas, mengamankan barang-barang penting, serta segera menuju tempat yang lebih aman apabila debit air kembali meningkat.
Penanganan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan, dengan mengutamakan keselamatan warga dan memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan yang diperlukan.[Red














