ACEH TENGGARA– Tanggul Kali Alas di Kute Terutung Seperai, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, jebol pada Minggu (27/9/2026). Akibatnya, aliran air menerjang lahan pertanian dan perkebunan warga di sejumlah desa.
Warga menyebut hingga Rabu (30/9/2026), tanggul yang jebol tersebut belum mendapat penanganan berarti dari instansi terkait. Kondisi itu dikhawatirkan semakin parah jika curah hujan tinggi kembali terjadi.

Berdasarkan laporan warga dan pantauan di lokasi, luapan air Kali Alas berdampak terhadap lahan pertanian di empat desa, yakni Kute Bambel Gabungan, Terutung Seperai, Kute Antara dan Biak Muli, Kecamatan Bambel.Material banjir berupa kayu gelondongan, lumpur dan sampah terlihat menumpuk di sejumlah titik lahan perkebunan masyarakat.
Kondisi tersebut membuat aktivitas petani terganggu karena sebagian lahan sulit diolah.
Seorang warga Terutung Seperai, Riko, mengatakan kawasan pertanian tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian yang terjaga kebersihannya, bahkan pernah menjadi contoh hingga tingkat Provinsi Aceh.
“Dulu lahan kami menjadi contoh karena paling bersih sampai ke tingkat provinsi. Sekarang tertimbun kayu dan material banjir sehingga aktivitas kami terhambat,” ujar Riko.
Menurut warga, kerusakan tanggul juga mengancam lahan pertanian dan perkebunan masyarakat apabila tidak segera ditangani. Mereka khawatir luapan Kali Alas kembali menerjang lahan warga ketika intensitas hujan meningkat.
Warga pun meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara untuk turun tangan memperbaiki tanggul yang jebol serta membersihkan material kayu dan lumpur yang menutup lahan pertanian.
“Kami meminta Bapak Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry agar menangani tanggul ini dan membuat tanggul yang lebih kuat, sehingga perkebunan masyarakat aman dari terjangan air Kali Alas,” harap warga.
Warga juga berharap pemerintah menurunkan alat berat untuk melakukan pembersihan dan normalisasi di sekitar tanggul yang jebol.
Hingga berita ini diturunkan, media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Bupati Aceh Tenggara M. Salim Fakhry, Dinas PUPR Aceh Tenggara, BPBD Aceh Tenggara dan Camat Bambel terkait langkah penanganan tanggul serta pembersihan material banjir.
Masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan segera agar dampak terhadap lahan pertanian tidak semakin meluas dan aktivitas petani dapat kembali berjalan normal.














