google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Pemkab Aceh Selatan Percepat Penegasan Batas Gampong, Sejumlah Wilayah Mulai Dipetakan Mahasiswa FKIP USK Sabet Sejumlah Medali pada FORKOM Pimpinan FKIP Se-Indonesia 2026 di Ambon Pascabanjir, Satgas PDB Aceh Selatan Sambangi Anak Sekolah dan Warga, Pastikan Masyarakat Tak Sendiri Hadapi Masa Pemulihan Progres Jembatan Garuda Terus Meningkat, Desa Jambo Papan Capai 76 Persen, Dandim 0107 Tegaskan Komitmen Percepatan Diduga Program Ketahanan Pangan 2025–2026 Tak Sesuai Realisasi, Warga Desak Polres Aceh Tenggara Usut ADD Gelah Musara Kapolres dan Bupati Aceh Tenggara Turun ke Masjid, Jumat Keliling Jadi Ajang Serap Aspirasi Warga

Nanggroe

Hari Kedua Karhutla Bakongan: Asap Tipis Masih Mengepul, TNI-BPBD Tak Berhenti Padamkan Bara

badge-check

Hari Kedua Karhutla Bakongan: Asap Tipis Masih Mengepul, TNI-BPBD Tak Berhenti Padamkan Bara Perbesar

ACEHBASE.com|ACEH SELATAN, Minggu (30/8/2026) – Asap tipis masih mengepul dari balik hamparan lahan gambut di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (30/8/2026). Di tengah medan yang sulit ditembus dan keterbatasan sumber air, personel TNI bersama BPBD Aceh Selatan kembali berjibaku melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Memasuki hari kedua penanganan, perjuangan petugas belum berakhir. Fokus pemadaman kini diarahkan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap, sebagai indikasi adanya bara yang kemungkinan masih bertahan di bawah permukaan tanah gambut.

 

Petugas terus menyisir area terdampak, melakukan pemadaman sekaligus pendinginan secara bertahap. Pembasahan dilakukan secara maksimal untuk memastikan bara di dalam lapisan gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kobaran api.

 

Pasiops Kodim 0107/Aceh Selatan Kapten Inf Ali Sadikin mengatakan, kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam proses penanganan. Selain lahan yang sulit ditembus, ketersediaan sumber air di sekitar lokasi juga sangat terbatas.

 

“Memasuki hari kedua, fokus kita adalah pendinginan dan memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap benar-benar padam. Karena ini lahan gambut, bara bisa bertahan di bawah permukaan dan kembali memunculkan api jika tidak dilakukan pembasahan secara maksimal,” kata Kapten Inf Ali Sadikin di lokasi.

 

Menurutnya, meski menghadapi berbagai kendala, personel tetap bekerja secara maksimal dengan menyisir setiap bagian lahan yang dinilai masih memiliki potensi bara.

 

“Kita tidak hanya melihat api yang tampak di permukaan. Titik yang masih mengeluarkan asap juga harus ditangani dan didinginkan. Personel akan terus bekerja sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.

 

Kebakaran tersebut terjadi di kawasan lahan gambut dengan ketebalan cukup tinggi. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 4 hektare. Hingga hari kedua, proses penanganan telah mencapai sekitar 80 persen.

 

Meski sebagian besar area telah berhasil dikendalikan, Satgas TNI bersama BPBD masih bertahan di lokasi. Asap yang sesekali muncul menjadi perhatian petugas karena dapat menjadi tanda masih adanya bara di bawah permukaan.

 

Karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan menghentikan api yang terlihat. Pendinginan dan pembasahan harus dilakukan secara menyeluruh agar bara yang berada di dalam lapisan gambut tidak kembali membesar dan menjalar ke area lainnya.

 

Personel pun terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Dengan kondisi medan yang berat, panas yang menyengat dan sumber air yang minim, upaya pemadaman dilakukan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.

 

Kapten Inf Ali Sadikin menegaskan, personel TNI bersama BPBD akan tetap berada di lokasi sampai seluruh titik yang berpotensi menjadi sumber api dapat dipastikan aman.

 

“Kita akan terus pantau. Jangan sampai setelah api di permukaan padam, kemudian muncul kembali karena masih ada bara di bawah. Prinsipnya, kita pastikan dulu benar-benar aman sebelum meninggalkan lokasi,” tegasnya.

 

Satgas juga akan melakukan pemantauan terhadap kawasan sekitar guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran kembali meluas.

 

Di tengah panas, medan berat dan keterbatasan air, tugas tetap berjalan. Bagi personel di lapangan, memadamkan karhutla bukan sekadar mengakhiri kobaran yang terlihat, tetapi memastikan bara terakhir benar-benar mati dan api tidak kembali menyala.[Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Bupati Aceh Selatan Respons Cepat Banjir Trumon Tengah, BPBD dan Dinsos Turunkan Tim serta Hadirkan Dapur Lapangan

28 Oktober 2026 - 23:37 WIB

IMG 20261028 WA0252

Respons Cepat, TNI dan Pemkab Aceh Selatan Bersinergi Tangani Banjir di Trumon Tengah

28 Oktober 2026 - 22:26 WIB

IMG 20261028 WA0228

Kapolda Aceh Turun Langsung Temui Masyarakat di Ulee Lheue, Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas

28 Oktober 2026 - 16:43 WIB

IMG 20261028 WA0037

Dialog di RRI Banda Aceh, Dirlantas Polda Aceh Ajak Pengguna Jalan Utamakan Keselamatan

28 Oktober 2026 - 15:22 WIB

IMG 20261028 WA0022

Kapolda Aceh Bertindak sebagai Inspektur Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98

28 Oktober 2026 - 15:11 WIB

IMG 20261028 WA0019
Terpopuler di Nanggroe