ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Semangat pengabdian tanpa batas terus ditunjukkan prajurit TNI dari Kodim 0107/Aceh Selatan bersama Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 957/RM dan Yon TP 958/LU dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di Kabupaten Aceh Selatan.

Pengabdian tersebut diwujudkan melalui pengerjaan 14 titik Jembatan Garuda yang tersebar di sejumlah desa. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Di bawah koordinasi Kodim 0107/Aceh Selatan, para prajurit dari kedua batalyon bersama personel kewilayahan dan masyarakat setempat terus bekerja di lapangan. Kehadiran prajurit muda Yon TP 957/RM dan Yon TP 958/LU turut memperkuat tenaga serta semangat dalam menuntaskan setiap tahapan pembangunan jembatan.
Saat ini, pekerjaan pada 14 titik tersebut terus digenjot secara bertahap sesuai perkembangan dan kondisi di lapangan. Sejumlah pekerjaan meliputi penyiapan lokasi, pengerjaan struktur fondasi dan abutmen, hingga tahapan pengecoran.
Setiap proses dilaksanakan dengan memperhatikan ketelitian, kekuatan konstruksi, dan aspek keselamatan kerja agar jembatan yang dibangun dapat berfungsi dengan baik serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos, mengatakan bahwa percepatan pembangunan 14 titik Jembatan Garuda merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu pemerintah serta mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam penyediaan infrastruktur penghubung yang memadai.
“Pembangunan 14 titik Jembatan Garuda ini merupakan bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat. Kami terus berupaya mengoptimalkan pengerjaan di setiap titik agar pembangunan dapat berjalan sesuai tahapan, dengan tetap mengutamakan kualitas dan keselamatan,” ujar Dandim.
Menurutnya, sinergi antara prajurit Kodim 0107/Aceh Selatan, Yon TP 957/RM, Yon TP 958/LU, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan. Semangat gotong royong yang terbangun di lapangan mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjawab kebutuhan pembangunan di daerah.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan cepat, tetapi juga bagaimana jembatan yang dibangun benar-benar layak digunakan, aman, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong personel untuk bekerja secara maksimal, teliti, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Dandim juga menegaskan bahwa kondisi cuaca yang berubah-ubah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Meski demikian, seluruh personel tetap berupaya menyesuaikan pola kerja dengan situasi di lapangan agar progres pembangunan dapat terus berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan dan mutu konstruksi.
“Setiap titik memiliki kondisi dan tantangan tersendiri. Karena itu, diperlukan koordinasi yang baik, kekompakan, serta semangat pantang menyerah. Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan optimal sehingga jembatan ini nantinya benar-benar bisa dimanfaatkan oleh warga,” tambahnya.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, keterlibatan para prajurit juga menjadi gambaran nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Tenaga, waktu, dan kebersamaan yang dicurahkan di lokasi pekerjaan merupakan bagian dari upaya mendukung pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
Apabila telah selesai dan dapat difungsikan, keberadaan Jembatan Garuda diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, mempermudah aktivitas sehari-hari, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung pergerakan barang dan jasa antardesa.
Bagi prajurit Kodim 0107/Aceh Selatan bersama Yon TP 957/RM dan Yon TP 958/LU, pengabdian tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.[Red]














