BANDA ACEH– Pemerintah Aceh memperkuat komitmen kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperluas pemanfaatan Sistem Informasi Gampong (SIGAP) dan mengoptimalkan penyelenggaraan Satu Data Aceh.
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam kegiatan bertajuk Penguatan Komitmen Kolaborasi Pemerintah Aceh bersama Perguruan Tinggi untuk Perluasan serta Pemanfaatan SIGAP dan Satu Data Aceh yang berlangsung di Banda Aceh, Rabu (4/11/2026).

Gubernur Aceh yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Al Muniza Kamal, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi yang selama ini telah bersinergi dengan Pemerintah Aceh dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya melalui dukungan penyediaan data, penelitian, pengembangan teknologi, dan sumber daya akademik.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas pemanfaatan SIGAP, tetapi juga meningkatkan kualitas penyelenggaraan Satu Data Aceh sebagai landasan dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan.
Sementara itu Dicky Ariesandi – Aceh lead SKALA menyampaikan fokus terhadap kegiatan pelayanan dasar yang didalamnya juga terkait penguatan data.
Kegiatan ini diikuti perwakilan 24 perguruan tinggi dari berbagai wilayah di Aceh. Perguruan tinggi tersebut meliputi Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Abulyatama, Universitas Iskandar Muda, Universitas Al-Washliyah Darussalam (UNADA), Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), Universitas Ubudiyah Indonesia, Sekolah Tinggi Chik Pante Kulu Banda Aceh, Politeknik Aceh, dan Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh.
Selain itu, hadir pula perwakilan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI), Universitas Almuslim, Universitas Malikussaleh (Unimal), Politeknik Negeri Aceh, Universitas Samudra (Unsam), IAIN Cot Kala Langsa, Universitas Gajah Putih, IAIN Aceh Tengah, Universitas Gunung Leuser, Universitas Teuku Umar (UTU), STAIN Teungku Dirundeng, serta Politeknik Aceh Selatan.
Keterlibatan berbagai perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara pemerintah dan dunia akademik dalam mendukung penyediaan serta pemanfaatan data untuk pembangunan daerah.
Kegiatan ini juga membahas pentingnya penerapan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga setiap keputusan pemerintah dapat didukung data yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sejumlah pejabat dan narasumber turut memberikan pandangan dalam diskusi panel, di antaranya Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan Sosial Bappenas Tirta Sutedjo, Asisten I Sekda Aceh diwakili Kepala Biro ISRA Setda Aceh Yusrizal , mewakili Kepala Bappeda Aceh, Kepala DPMG Aceh Iskandar, Kepala Diskominsa Aceh Edi Yandra, Said Azhari, dan Wardana.
Diskusi panel tersebut dimoderatori Mukhsin Rizal, S.Hum., M.Ag., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Non Pelayanan Dasar Biro Isra Setda Aceh. Ia memandu pembahasan mengenai penguatan sinergi pemerintah dan perguruan tinggi, pemanfaatan SIGAP untuk mendukung pembangunan di tingkat gampong, serta penyelarasan penyelenggaraan Satu Data Aceh dengan sistem data kabupaten/kota.
Selain diskusi kebijakan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah.
Akademisi Universitas Syiah Kuala (USK), Elly Sufriadi, memaparkan pengalaman program magang statistika serta pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan Kampus Berdampak dalam mendukung penyelenggaraan Satu Data Aceh dan perluasan SIGAP.
Sementara itu, perwakilan pemerintah daerah membahas pengalaman kolaborasi dalam perluasan SIGAP dan implementasi Satu Data, termasuk tantangan teknis serta peluang pengembangannya.
Sebagai tindak lanjut, peserta juga merumuskan agenda kolaborasi dan rencana tindak lanjut (RTL). Beberapa fokus pembahasan meliputi optimalisasi penyediaan data pada sistem informasi gampong melalui KKN Tematik Kampus Berdampak, serta penguatan data pada Portal Satu Data Aceh dan portal Satu Data kabupaten/kota melalui program magang mahasiswa.
Kegiatan tersebut diharapkan menghasilkan berita acara kesepakatan dan komitmen bersama antara Pemerintah Aceh dengan perguruan tinggi sebagai dasar pelaksanaan kerja sama ke depan.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Aceh mendorong keterlibatan dunia akademik dalam memperkuat ekosistem data daerah, sehingga informasi dari tingkat gampong hingga provinsi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.














