google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu ✖

Mode Gelap
Air Banjir Telah Surut Total, TNI dan BPBD Tetap Siaga Pantau Wilayah Terdampak di Aceh Selatan Sejumlah Titik Jembatan Garuda di Aceh Selatan Masuki Tahap Pengecoran, TNI dan Warga Kompak Percepat Pembangunan Pascabanjir Trumon Tengah Dan Trumon, TNI Bersama Lintas Instansi Bersihkan Fasilitas Umum dan Rumah Warga Pembangunan Jembatan Garuda Terus Dikebut, Pengecoran Badan Jembatan di Desa Jambo Papan Hampir Rampung LSM KOREK Soroti Anggaran Sandang Pangan Dinsos Agara 2024–2026, Irwansyah: Dugaan Mark Up Harus Diusut! Kepala Pos Komando Nasional Tinjau Banjir Trumon Raya, Kunjungi Pengungsi dan Siapkan Langkah Penanganan Jangka Panjang

Politik

Memasuki Hari Kedelapan, Banjir di Aceh Selatan Berangsur Surut, Sebanyak 205 Jiwa Masih Mengungsi, TNI, Polri dan BPBD Terus Lakukan Penanganan

badge-check

Memasuki Hari Kedelapan, Banjir di Aceh Selatan Berangsur Surut, Sebanyak 205 Jiwa Masih Mengungsi, TNI, Polri dan BPBD Terus Lakukan Penanganan Perbesar

ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Memasuki hari kedelapan, bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan, khususnya Kecamatan Trumon Tengah dan Kecamatan Trumon, mulai menunjukkan perkembangan dengan berangsur surutnya genangan air. Meski demikian, sejumlah rumah warga dan badan jalan masih terendam banjir hingga Rabu (4/11/2026).

 

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Aceh Selatan, banjir yang terjadi sejak 28 Oktober 2026 tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Selatan dan sejumlah daerah lainnya di Provinsi Aceh.

 

Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya debit air hingga meluapnya Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya, sehingga mengakibatkan genangan di sejumlah gampong.

 

Adapun wilayah yang masih terdampak meliputi Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah, serta Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon.

 

Di Gampong Lhok Raya, ketinggian air pada badan jalan tercatat sekitar 10 sentimeter, sementara genangan di rumah warga mencapai 15 sentimeter. Sementara di Gampong Cot Bayu, genangan pada badan jalan berkisar 30 hingga 80 sentimeter dan di rumah warga sekitar 15 hingga 30 sentimeter.

 

Sedangkan di Gampong Padang Harapan, Kecamatan Trumon, genangan air pada badan jalan berkisar 25 hingga 35 sentimeter, sementara rumah warga masih terendam sekitar 30 sentimeter.

 

Dari data sementara, jumlah masyarakat terdampak di tiga gampong tersebut mencapai 322 kepala keluarga atau 794 jiwa. Rinciannya, Gampong Lhok Raya sebanyak 159 KK atau 560 jiwa, Cot Bayu 38 KK atau 114 jiwa, serta Padang Harapan 25 KK atau 120 jiwa.

 

Sementara itu, sebanyak 58 kepala keluarga atau 205 jiwa masih berada di lokasi pengungsian. Rinciannya, 37 KK atau 124 jiwa dari Gampong Lhok Raya mengungsi di Kompi C Brimob, sedangkan 18 KK atau 72 jiwa dari Gampong Cot Bayu mengungsi di TPA Gampong Cot Bayu.

 

Adapun warga terdampak di Gampong Padang Harapan hingga saat ini masih bertahan di rumah masing-masing.

 

Kepala Data dan Informasi Pos Komando Darurat Aceh Selatan, Dicky Ichwan, S.STP., menjelaskan bahwa meskipun kondisi air di sejumlah lokasi mulai berangsur surut, upaya penanganan dan pemantauan terhadap masyarakat terdampak masih terus dilakukan.

 

Ia menyampaikan bahwa seluruh unsur terkait TNI, Polri dan BPBD terus bersinergi dalam memastikan keselamatan masyarakat, memantau perkembangan ketinggian air, serta mengidentifikasi kebutuhan warga yang masih berada di pengungsian maupun yang bertahan di rumah masing-masing.

 

Menurutnya, kondisi banjir yang belum sepenuhnya surut mengharuskan seluruh personel tetap siaga, terutama dalam mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kembali debit air apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

 

“Pemantauan dan penanganan di lapangan terus dilakukan bersama unsur terkait. Kami juga terus memperbarui data masyarakat terdampak dan pengungsi sesuai kondisi terkini, sehingga kebutuhan warga dapat teridentifikasi dan penanganan dapat dilaksanakan secara tepat,” jelasnya.

 

Dalam penanganan bencana ini, Satgas Penanggulabgan Kabupaten Aceh Selatan terus melakukan pemantauan serta asesmen di lokasi terdampak, berkoordinasi dengan unsur Muspika, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

 

Selain itu, petugas Pusdalops PB juga terus menerima informasi, melakukan pendataan, serta menyusun laporan perkembangan situasi sebagai bahan koordinasi penanganan bencana.

 

Pemerintah daerah bersama seluruh unsur penanganan bencana mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca dan debit air sungai masih dapat berubah sewaktu-waktu.

 

Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sementara perkembangan kondisi di seluruh wilayah terdampak terus dipantau dan dilaporkan secara berkala.[Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Air Banjir Telah Surut Total, TNI dan BPBD Tetap Siaga Pantau Wilayah Terdampak di Aceh Selatan

6 November 2026 - 14:17 WIB

IMG 20261106 WA0091(1)

Sejumlah Titik Jembatan Garuda di Aceh Selatan Masuki Tahap Pengecoran, TNI dan Warga Kompak Percepat Pembangunan

6 November 2026 - 14:15 WIB

IMG 20261106 WA0154(1)

Pascabanjir Trumon Tengah Dan Trumon, TNI Bersama Lintas Instansi Bersihkan Fasilitas Umum dan Rumah Warga

5 November 2026 - 16:45 WIB

IMG 20261105 WA0097(1)

Pembangunan Jembatan Garuda Terus Dikebut, Pengecoran Badan Jembatan di Desa Jambo Papan Hampir Rampung

5 November 2026 - 16:36 WIB

IMG 20261105 WA0409(1)

LSM KOREK Soroti Anggaran Sandang Pangan Dinsos Agara 2024–2026, Irwansyah: Dugaan Mark Up Harus Diusut!

5 November 2026 - 15:06 WIB

IMG 20261102 WA0129
Terpopuler di Politik