ACEH TENGGARA– Kepulangan Murni, warga Kabupaten Aceh Tenggara yang sebelumnya terlantar di Malaysia, mendapat apresiasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kutacane.
Melalui Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP), Sayang Nashihin, HMI mengapresiasi seluruh pihak yang telah berupaya membantu proses pemulangan Murni hingga akhirnya bisa kembali ke Tanah Air.

Kabar baik tersebut muncul setelah proses penerbitan dokumen perjalanan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur dinyatakan selesai.
Berdasarkan informasi dari Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan, M.I.Kom., Murni dijadwalkan bertolak dari Kuala Lumpur menuju Bandara Internasional Kualanamu, Medan, pada 5 November 2026.
Murni akan menggunakan penerbangan AirAsia QZ125 pada pukul 08.40 waktu setempat. Setelah tiba di Medan, perjalanan dilanjutkan menuju Kabupaten Aceh Tenggara.
Sayang Nashihin mengatakan, pemulangan Murni bukan sekadar proses membawa seseorang kembali ke kampung halaman. Lebih dari itu, peristiwa tersebut menjadi bukti pentingnya kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap warga yang menghadapi kesulitan di luar negeri.
“Alhamdulillah, kita menyambut baik kabar kepulangan saudari Murni. Ini merupakan momentum kemanusiaan yang harus kita apresiasi bersama. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan di luar negeri, sudah sepatutnya semua pihak hadir memberikan perhatian dan bantuan,” ujar Sayang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Aceh, Dinas Sosial Aceh, Baitul Mal Aceh, KBRI Kuala Lumpur, Yahdi Hasan, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pemulangan tersebut.
Menurutnya, sinergi berbagai pihak menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat membutuhkan kepedulian dan kerja sama lintas lembaga.
Namun, Sayang mengingatkan agar perhatian terhadap Murni tidak berhenti setelah tiba di Aceh Tenggara.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan adanya pendampingan sosial, perhatian kemanusiaan, serta dukungan terhadap keberlanjutan kehidupan Murni bersama keluarganya.
“Jangan hanya memastikan Murni pulang, tetapi pastikan juga kehidupannya setelah pulang mendapatkan perhatian. Persoalan kemanusiaan tidak selesai hanya dengan memulangkan seseorang, tetapi juga bagaimana memastikan ia dapat kembali menjalani kehidupan secara layak,” tegasnya.
Sebagai bagian dari elemen mahasiswa, HMI Cabang Kutacane berharap peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap masyarakat Aceh harus tetap menjadi perhatian bersama, di mana pun mereka berada.
“Semoga perjalanan saudari Murni berjalan lancar dan selamat sampai ke Aceh Tenggara. Tidak ada kebahagiaan yang lebih berarti selain bisa kembali berkumpul bersama keluarga setelah sekian lama berada jauh dari rumah,” tutup Sayang Nashihin.














