ACEHBASE.COM| ACEH SELATAN, (1/11/2026) – Memasuki hari kelima, banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan. Sebanyak 161 warga dari 43 kepala keluarga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Tim Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) yang melibatkan TNI, Polri dan BPBD terus melakukan evakuasi, pemantauan serta penanganan terhadap masyarakat terdampak.

Hingga Minggu siang, situasi di sejumlah kawasan masih dinamis. Genangan masih terlihat di permukiman dan badan jalan desa, bahkan beberapa titik dilaporkan kembali mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat personel di lapangan meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi perubahan situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Bencana dipicu hujan berintensitas tinggi yang menyebabkan peningkatan debit air hingga meluapnya aliran Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya. Dampaknya dirasakan sejumlah permukiman, terutama di Kecamatan Trumon Tengah dan Kecamatan Trumon.
Di beberapa lokasi, air di badan jalan mencapai lebih dari satu meter, sementara genangan yang masuk ke rumah warga mencapai puluhan sentimeter. Aktivitas masyarakat pun terganggu dan sebagian keluarga memilih meninggalkan rumah demi keselamatan.
Berdasarkan laporan sementara Posko Lapangan PDB Aceh Selatan, tercatat 43 kepala keluarga atau 161 jiwa telah mengungsi. Sementara itu, warga terdampak lainnya masih berada di rumah masing-masing dengan tetap dalam pemantauan unsur penanganan bencana.

Dampak genangan tidak hanya dirasakan warga di kawasan permukiman, tetapi juga mengganggu akses jalan serta mengancam kebun dan lahan pertanian masyarakat.
Kecamatan Trumon Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian utama, menyusul ketinggian air yang masih bertahan dan kembali meningkat di sejumlah titik.
Koordinator Penanggulangan Darurat Bencana (PDB) Aceh Selatan, Kapten Inf Ali Sadikin, mengatakan perkembangan di lapangan masih berubah-ubah sehingga pemantauan dilakukan secara berkelanjutan.
“Kondisi di lapangan masih terus kami pantau. Air bisa berubah dalam waktu cepat, sehingga keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur untuk memastikan warga tetap aman dan siap dievakuasi apabila keadaan semakin memburuk,” ujar Kapten Inf Ali Sadikin.
Personel TNI, Polri, BPBD dan masyarakat melakukan asesmen, pendataan serta membantu warga yang membutuhkan pertolongan.
Dalam proses evakuasi, anak-anak, lansia dan kelompok rentan mendapat perhatian khusus untuk segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi serta arahan petugas. Warga yang berada di kawasan rawan juga diminta tidak memaksakan diri bertahan di rumah apabila air terus meninggi.
Jika situasi memburuk, masyarakat diharapkan segera mengikuti arahan evakuasi dan menuju lokasi yang telah dinilai aman.
Memasuki hari kelima, perjuangan belum berakhir. Air masih bertahan di sejumlah wilayah, namun langkah penanganan terus dilakukan. TNI, Polri, BPBD dan masyarakat bahu-membahu menjaga keselamatan warga di tengah situasi yang masih belum sepenuhnya pulih.[Red]














