ACEHBASE.com| ACEH SELATAN, Minggu (01/11/2026) – Bencana banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Selatan. Selain terjadi di Desa Cot Bayu dan Desa Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, banjir juga melanda Desa Padang Harapan, Kecamatan Trumon.

Di tengah kondisi tersebut, Babinsa Koramil 09/Trumon Tengah, Kopka Abdul Majid, terus mengintensifkan pemantauan perkembangan banjir di wilayah yang terdampak. Dalam pemantauannya, Kopka Abdul Majid bahkan harus menembus genangan air untuk menuju wilayah desa binaannya yakni Desa Padang Harapan dan memastikan kondisi warga secara langsung.
Berdasarkan hasil pemantauan di Desa Padang Harapan, ketinggian air di jalan mencapai sekitar 30 hingga 55 sentimeter, sedangkan genangan di pekarangan rumah warga mencapai sekitar 50 sentimeter.
Sebanyak 25 kepala keluarga atau 120 jiwa terdampak banjir. Sebanyak 25 rumah juga terdampak genangan. Hingga saat ini, belum ada warga yang mengungsi dan masyarakat masih bertahan di rumah masing-masing.
Kopka Abdul Majid mengimbau warga agar tidak lengah dan terus memantau perkembangan ketinggian air.
“Kami mengimbau warga untuk selalu waspada. Jika air semakin naik dan kondisi sudah tidak memungkinkan untuk bertahan di rumah, agar segera mengungsi ke tempat yang telah disiapkan demi keselamatan bersama,” ujar Kopka Abdul Majid.
Sementara itu, Koordinator Posko Lapangan Penanggulangan Darurat Bencana (PDB), Kapten Inf Ali Sadikin, mengatakan kondisi di sejumlah wilayah terdampak banjir masih dinamis. Tim di lapangan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan aparat kewilayahan serta unsur terkait.
“Kondisi di lapangan masih dinamis. Kami terus memantau perkembangan ketinggian air dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Apabila air kembali naik dan membahayakan, warga agar segera mengikuti arahan petugas dan mengungsi ke tempat yang telah disiapkan,” kata Kapten Inf Ali Sadikin.
Pemantauan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan meningkatnya ketinggian air. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sementara petugas tetap bersiaga untuk mengambil langkah cepat apabila kondisi kembali memburuk.[Red]














