ACEHBASE.COM | ACEH SELATAN — SD Negeri Kuta Baro, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan, mengambil langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik dan dewan guru di tengah kondisi kabut asap yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SD Negeri Kuta Baro, Rasvia Sukma, S.Pd., Gr., berinisiatif menjalin koordinasi dengan UPTD Puskesmas Trumon guna mendukung upaya perlindungan kesehatan di lingkungan sekolah.

Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi kabut asap yang disebut-sebut berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Dampak asap yang dirasakan hingga wilayah Aceh Selatan menjadi perhatian pihak sekolah, terutama karena anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Rasvia mengajukan permohonan bantuan masker kepada Kepala UPTD Puskesmas Trumon, Amri Ariefullah, S.Tr.KG. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel asap bagi siswa dan guru ketika harus beraktivitas.
Rasvia menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik merupakan salah satu prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan anak-anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, hingga pemangku kepentingan terkait.
“Keselamatan dan kesehatan siswa bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap sinergi dengan Puskesmas dan dukungan seluruh pihak dapat membantu melindungi anak-anak di tengah kondisi kabut asap,” demikian pesan yang disampaikan dalam keterangannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak UPTD Puskesmas Trumon atas perhatian dan dukungan terhadap kebutuhan kesehatan warga sekolah.
Meski demikian, penggunaan masker bukan satu-satunya langkah perlindungan dari kabut asap. Pembatasan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, pemantauan kondisi kesehatan siswa, serta koordinasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk meminimalkan risiko paparan.
Pihak sekolah berharap kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan dapat terus diperkuat agar kegiatan belajar mengajar berlangsung dengan lebih aman dan nyaman.
“Anak-anak yang sehat adalah fondasi bagi masa depan pendidikan yang lebih baik. Sehat anak-anak kita, tenang orang tua, dan nyaman proses belajar mengajar,” menjadi harapan Rasvia Sukma bagi seluruh warga sekolah.[]














