ACEH TENGGARA– Informasi mengenai jumlah sekolah dasar (SD) yang mendapatkan program revitalisasi di Kabupaten Aceh Tenggara tahun anggaran 2026 masih memerlukan penjelasan lebih lengkap. Data yang disampaikan Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Aceh Tenggara baru menyebutkan lima sekolah, sementara kelengkapan daftar penerima program tersebut belum terkonfirmasi.
Dalam komunikasi melalui WhatsApp dengan wartawan Jumat (9/10/26) Kabid Dikdas menyebutkan lima sekolah, yakni SDN 1 Biak Moli, SDN Kuta Pasir, SDN Batu 200, SDN Naga Timbul, dan SDN Nmmrestulen.

Namun, belum ada penjelasan apakah kelima sekolah tersebut merupakan seluruh penerima program rehabilitasi tahun 2026 atau hanya sebagian dari sekolah yang mendapatkan kegiatan serupa.
Untuk memastikan kelengkapan informasi, wartawan kembali meminta klarifikasi mengenai kemungkinan adanya sekolah lain yang turut menerima program revitalisasi. Permintaan tersebut sekaligus bertujuan memperoleh daftar lengkap sekolah penerima agar informasi yang disampaikan kepada publik sesuai dengan data resmi.
Hingga berita ini disusun, pertanyaan lanjutan tersebut belum mendapatkan balasan. Dengan demikian, jumlah keseluruhan sekolah penerima revitalisasi SD di Aceh Tenggara tahun 2026 masih belum dapat dipastikan berdasarkan konfirmasi yang diperoleh.
Program revitalisasi sekolah berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas sarana pendidikan. Karena itu, informasi mengenai jumlah sekolah penerima, lokasi kegiatan, jenis pekerjaan, sumber anggaran, nilai anggaran, hingga progres pelaksanaan perlu disampaikan secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keterbukaan data menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana program peningkatan fasilitas pendidikan dilaksanakan serta sekolah mana saja yang memperoleh manfaatnya.
Media masih membuka ruang klarifikasi bagi Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Aceh Tenggara untuk menjelaskan apakah lima sekolah yang telah disebutkan merupakan daftar lengkap penerima revitalisasi atau masih ada sekolah lainnya.
Media juga akan berupaya memperoleh data resmi terkait program tersebut guna memastikan jumlah penerima, jenis pekerjaan, serta anggaran yang dialokasikan pada tahun 2026.
Bersambung..














