BANDA ACEH — Universitas Syiah Kuala (USK) menyiapkan sejumlah program unggulan bidang akademik untuk tahun 2027 sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan reputasi internasional, serta mempercepat transformasi akademik menuju universitas berkelas dunia.
Program-program tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA dalam Rapat Kerja (Raker) Universitas Syiah Kuala beberpa hari lalu dan diperkuat kembali dalam rapat tim kerja Wakil Rektor Bidang Akademik pada Senin (05/10/2027).

Rapat yang berlangsung di ruang kerja Wakil Rektor Akademik itu dihadiri oleh Direktur Direktorat Pendidikan dan Administrasi Akademik (DPAA) USK, Prof. Dr. Mailizar, M.Ed.; Kepala Subdirektorat Pendidikan dan Pembelajaran, Dr. Rahmaddiansyah, S.Si., M.Sc.; Kepala Subdirektorat Reputasi USK, Dr. Gholib, S.Pt., M.Si., dan Kepala Subdirektorat Registrasi dan Informasi Akademik USK, Arief Rahmat, S.E.
Selain itu, turut hadir Kepala UPT Perpustakaan dan E-Learning USK, Prof. Dr. Suhartono, S.Si., M.Sc. dan Kepala UPT Mata Kuliah Umum USK, Dr. Herman R, S.Pd., M.Pd.
Wakil Rektor Akademik, Prof. Heru Fahlevi, mengatakan, program yang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan pengalaman belajar mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat kapasitas dosen, mendorong kolaborasi riset, serta membangun ekosistem akademik yang semakin adaptif terhadap perkembangan global.
“Kita siapkan program USK Global Academic, yang dikembangkan melalui Guest Lecture Series. Program ini akan menghadirkan akademisi internasional ke USK. Program ini diperkuat dengan Profesional Praktisi Internasional Mengajar di USK,” jelas Heru.
Kata dia, internasionalisasi akademik tidak selalu harus dimulai dengan mengirim mahasiswa atau dosen ke luar negeri. Namun, ia menyebutkan perlu menghadirkan dunia ke dalam kampus melalui interaksi langsung dengan akademisi dan profesional internasional.
“Kehadiran praktisi internasional diharapkan dapat mempertemukan teori akademik dengan kebutuhan dunia profesional sekaligus memperkaya kompetensi mahasiswa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wakil Rektor Akademik USk itu mengatakan tahun 2027 USK siap memperluas mobilitas mahasiswa melalui program International Student Mobility dan program Hybrid Pascasarjana.
“Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesempatan mahasiswa USK mengikuti pertukaran, short course, summer/winter program, konferensi mahasiswa, maupun kegiatan akademik lainnya di universitas mitra luar negeri,” papar Heru.
Heru melanjutkan, melalui UPT Perpustakaan, USK mencoba mengadakan Editor Lounge untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen. Kata dia, program ini diarahkan untuk mempertemukan penulis dengan editor jurnal, reviewer, akademisi berpengalaman, serta pakar publikasi ilmiah.
“Kita persiapkan juga program layanan penerimaan mahasiswa sepenuhnya digital. Lalu, Bridging Program untuk Dosen USK yang Melanjutkan S3.Program ini untuk membantu dosen mempersiapkan diri sebelum memasuki pendidikan doktoral,” paparnya.
USK juga akan mengembangkan Matching Research Interest, sebuah skema yang mempertemukan dosen dan peneliti berdasarkan kesamaan atau keterkaitan bidang keilmuan dan minat penelitian.
“Program ini diharapkan dapat mengurangi fragmentasi penelitian serta mendorong terbentuknya kelompok-kelompok riset yang lebih kuat, multidisiplin, dan berorientasi pada publikasi maupun pemecahan masalah strategis,” rinci Heru.
Untuk memberikan ruang pengembangan akademik yang lebih luas bagi dosen, tambah Heru, USK menyiapkan program Sabbatical Leave. Melalui program ini, kata Heru, dosen terpilih dapat memperoleh kesempatan melakukan aktivitas akademik di institusi mitra, baik dalam bentuk penelitian, penulisan, pengembangan jejaring akademik, maupun kegiatan keilmuan lainnya.
Program unggulan lainnya yang dipersiapkan USK adalah SDGs Awards. Kata Heru, award ini akan diberikan kepada fakultas yang mampu menunjukkan capaian terbaik dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
“Penghargaan ini dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus mekanisme mendorong kompetisi positif antar-fakultas dalam mengembangkan program akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan inovasi yang memiliki dampak nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tutur Heru.[]











