ACEHBASE.com| ACEH SELATAN, Sabtu (31/10/2026) – Bencana banjir yang melanda Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, masih berdampak terhadap masyarakat di dua desa, yakni Desa Lhokraya dan Desa Cot Bayu.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebanyak 37 kepala keluarga (KK) atau 146 jiwa dari kedua desa tersebut masih berada di lokasi pengungsian. Kondisi banjir di masing-masing wilayah menunjukkan perkembangan yang berbeda.
Koordinator Lapangan BDB (Penanggulangan Darurat Bencana), Kapten Inf Ali Sadikin, mengatakan kondisi yang masih cukup mengkhawatirkan terjadi di Desa Lhokraya. Ketinggian air di badan jalan berkisar antara 20 hingga 60 sentimeter, sementara genangan yang masuk ke dalam rumah warga mencapai 20 hingga 65 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat 31 KK atau 109 jiwa harus meninggalkan rumah demi keselamatan dan saat ini mengungsi di Kompi Brimob, Desa Ie Jeurneh, Kecamatan Trumon Tengah.
Dari jumlah tersebut, tercatat 48 laki-laki dan 61 perempuan. Para pengungsi juga terdiri dari kelompok rentan, yakni 17 anak-anak, 14 remaja, 4 bayi, 9 balita, dan 5 lansia.
Sementara itu, kondisi banjir di Desa Cot Bayu mulai menunjukkan perkembangan positif. Ketinggian air di badan jalan berada pada kisaran 10 hingga 40 sentimeter dan akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Genangan di kawasan permukiman juga mulai berkurang. Air tidak lagi memasuki bagian dalam rumah warga, namun masih menggenangi halaman dengan ketinggian sekitar 10 hingga 40 sentimeter.
Meski kondisi mulai membaik, dampak banjir masih dirasakan masyarakat. Sebanyak 6 KK atau 37 jiwa masih berada di lokasi pengungsian di TPA dan belum seluruhnya dapat kembali ke rumah masing-masing.
Dua Desa, Dua Kondisi, Satu Harapan
Perkembangan banjir di Desa Lhokraya dan Desa Cot Bayu menunjukkan kondisi yang berbeda. Di Desa Lhokraya, genangan masih bertahan sehingga warga harus tetap berada di lokasi pengungsian demi keselamatan.
Sementara di Desa Cot Bayu, air berangsur surut dan akses transportasi mulai kembali normal. Kendati demikian, sebagian warga masih memilih bertahan di tempat pengungsian hingga situasi benar-benar aman.
Secara keseluruhan, 37 KK atau 146 jiwa dari kedua desa masih mengungsi. Keberadaan bayi, balita, anak-anak, hingga warga lanjut usia menjadi perhatian khusus dalam proses penanganan dampak banjir.
Kapten Inf Ali Sadikin yang juga merupakan Pasipers Kodim 0107/Aceh Selatan menegaskan bahwa upaya penanggulangan dan penanganan dampak banjir terus dilakukan secara intensif.
«“Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan. Keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama bagi masyarakat yang masih mengungsi, termasuk anak-anak, bayi, balita dan lansia. Kami memastikan mereka tetap mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan sampai kondisi benar-benar aman dan warga dapat kembali ke rumah masing-masing,” ujar Kapten Inf Ali Sadikin.»
Ia menambahkan, TNI bersama Polri, BPBD dan seluruh unsur terkait akan terus berada di lapangan untuk membantu masyarakat terdampak.
«“Kami tidak ingin ada warga yang merasa sendiri menghadapi bencana ini. Selama masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, kami akan terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga situasi kembali aman,” tegasnya.»
Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait terus bersinergi melakukan pemantauan kondisi di lapangan, membantu masyarakat terdampak, serta mengantisipasi kemungkinan perkembangan situasi banjir di wilayah Kecamatan Trumon Tengah.
Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan masyarakat, khususnya warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Kehadiran tim gabungan di lapangan diharapkan dapat mempercepat proses penanganan bencana sekaligus memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan dan perhatian yang diperlukan hingga kondisi kembali aman dan memungkinkan warga untuk kembali ke rumah masing-masing.[Red]














