BANDA ACEH— Polemik yang belakangan mengiringi PT Pembangunan Aceh (PEMA) dinilai tidak boleh mengganggu agenda penguatan badan usaha milik daerah tersebut. Mantan Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ulil Absar, menilai serangkaian isu yang diarahkan kepada Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, lebih bernuansa politis daripada berorientasi pada perbaikan tata kelola perusahaan.
Pernyataan itu disampaikan Ulil pada Senin, 13 Juli 2026. Menurut dia, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun apabila dijadikan alat untuk menjatuhkan seseorang tanpa dasar yang jelas, kondisi tersebut justru berpotensi mengganggu iklim investasi dan kinerja perusahaan daerah.

“Saya melihat ada upaya membangun opini yang terus-menerus diarahkan kepada Direktur Utama PT PEMA. Jika memang ada dugaan pelanggaran, tempuh mekanisme hukum dan pengawasan yang berlaku. Jangan menjadikan ruang publik sebagai arena permainan politik,” kata Ulil.
Ia menilai PT PEMA saat ini seharusnya diberi ruang untuk menyelesaikan berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh.
Menurut Ulil, fokus perusahaan semestinya diarahkan pada pengelolaan aset secara produktif, penguatan sektor strategis, penerapan tata kelola perusahaan yang profesional, serta upaya menarik investasi yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Ulil juga mengingatkan agar perbedaan kepentingan politik tidak menyeret BUMD ke dalam konflik yang berpotensi menghambat pembangunan.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil kerja, bukan kegaduhan politik. Biarkan PT PEMA bekerja dan ukur kinerjanya secara objektif melalui capaian yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan, mengedepankan pengawasan yang konstruktif serta menghormati proses yang berlaku apabila terdapat dugaan pelanggaran.
Menurut Ulil, pembangunan ekonomi Aceh membutuhkan stabilitas, kepastian, dan dukungan terhadap lembaga-lembaga daerah yang sedang menjalankan mandatnya. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mengawal PT PEMA secara kritis sekaligus objektif, tanpa menjadikan perusahaan sebagai medan pertarungan kepentingan politik.














