google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu

Mode Gelap
Jelang HUT RI, Koramil, Kecamatan, Polsek dan Warga Bersihkan Lapangan Blang Keujeren Dari Pagi Hingga Malam, Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan Wujudkan Harapan Warga Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan Bangun Sanitasi RTLH, TNI dan Warga Kompak Pasang Septic Tank Satgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan Rampungkan Fasilitas Air Bersih, Tapak Tower Mulai Dipasang Angkut Batu Karang Demi Jembatan, TNI dan Warga Kebut Pembukaan Jalan TMMD di Aceh Selatan Pengecoran Kepala Jembatan Box Dimulai, Satgas TMMD ke-129 Percepat Pembukaan Badan Jalan di Kemumu Seberang

Politik

Mantan Aktivis FSH UIN Ar-Raniry: Jangan Jadikan PT PEMA Arena Permainan Politik

badge-check

Mantan Aktivis FSH UIN Ar-Raniry: Jangan Jadikan PT PEMA Arena Permainan Politik Perbesar

BANDA ACEH— Polemik yang belakangan mengiringi PT Pembangunan Aceh (PEMA) dinilai tidak boleh mengganggu agenda penguatan badan usaha milik daerah tersebut. Mantan Wakil Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ulil Absar, menilai serangkaian isu yang diarahkan kepada Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, lebih bernuansa politis daripada berorientasi pada perbaikan tata kelola perusahaan.

Pernyataan itu disampaikan Ulil pada Senin, 13 Juli 2026. Menurut dia, kritik merupakan bagian dari demokrasi, namun apabila dijadikan alat untuk menjatuhkan seseorang tanpa dasar yang jelas, kondisi tersebut justru berpotensi mengganggu iklim investasi dan kinerja perusahaan daerah.

“Saya melihat ada upaya membangun opini yang terus-menerus diarahkan kepada Direktur Utama PT PEMA. Jika memang ada dugaan pelanggaran, tempuh mekanisme hukum dan pengawasan yang berlaku. Jangan menjadikan ruang publik sebagai arena permainan politik,” kata Ulil.

Ia menilai PT PEMA saat ini seharusnya diberi ruang untuk menyelesaikan berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan pengembangan usaha dan peningkatan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh.

Menurut Ulil, fokus perusahaan semestinya diarahkan pada pengelolaan aset secara produktif, penguatan sektor strategis, penerapan tata kelola perusahaan yang profesional, serta upaya menarik investasi yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi daerah.

Ulil juga mengingatkan agar perbedaan kepentingan politik tidak menyeret BUMD ke dalam konflik yang berpotensi menghambat pembangunan.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah hasil kerja, bukan kegaduhan politik. Biarkan PT PEMA bekerja dan ukur kinerjanya secara objektif melalui capaian yang bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk para pemangku kepentingan, mengedepankan pengawasan yang konstruktif serta menghormati proses yang berlaku apabila terdapat dugaan pelanggaran.

Menurut Ulil, pembangunan ekonomi Aceh membutuhkan stabilitas, kepastian, dan dukungan terhadap lembaga-lembaga daerah yang sedang menjalankan mandatnya. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mengawal PT PEMA secara kritis sekaligus objektif, tanpa menjadikan perusahaan sebagai medan pertarungan kepentingan politik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kapolres Aceh Tenggara Perang Lawan Narkoba, LANN Dorong Pembongkaran Jaringan Hingga Tuntas

6 Agustus 2026 - 21:20 WIB

IMG 20260806 WA0090

Kapolres Aceh Tenggara Perintahkan Bongkar Jaringan Narkoba

6 Agustus 2026 - 13:15 WIB

IMG 20260806 WA0017

Masady Manggeng Mundur Dari Relawan Abdya Maju

3 Agustus 2026 - 23:23 WIB

IMG 20260803 WA0003

Dinas Pangan dan Komisi B DPRK Temui Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Tenggara

3 Agustus 2026 - 22:45 WIB

IMG 20260803 WA0073

TTI: Pokir DPRA Tanpa Musrenbang Jangan Masuk APBA 2027

3 Agustus 2026 - 22:15 WIB

IMG 20260803 WA0076
Terpopuler di Politik