google-site-verification=G8ayis7ZEYdO53ipKoeu61XDHYpo2ihoRFjBMNsJCfo

Menu

Mode Gelap
Cuaca Tak Bersahabat, Semangat Satgas TMMD ke-129 Tak Goyah; Pembangunan Jalan di Kemumu Sebrang Tembus 73 Persen RTLH Titik 4 Milik Jakfar Masuki Tahap Plester Dinding dan Lantai, Bukti Nyata Pengabdian Satgas TMMD ke-129 Dari Rumah Layak Huni Menuju Ekonomi Mandiri, TMMD ke-129 Hadirkan Peluang Baru bagi Warga Aceh Selatan Tak Hanya Bangun Jalan, Satgas TMMD Kodim 0107/Aceh Selatan Bergerak Selamatkan Generasi dari Ancaman Stunting Hujan, Angin, Pohon Tumbang! Jalur TMMD Sempat Lumpuh, Satgas dan Warga Berpacu Buka Akses Atap RTLH TMMD Mulai Terpasang, Mimpi Warga Kemumu Hilir Miliki Rumah Layak Tinggal Kian Dekat

Politik

Kinerja Satresnarkoba Aceh Tenggara Dikritik, Dugaan Praktik Tak Wajar Perlu Diusut

badge-check

Kinerja Satresnarkoba Aceh Tenggara Dikritik, Dugaan Praktik Tak Wajar Perlu Diusut Perbesar

ACEH TENGGARA– Kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Tenggara menjadi sorotan. Sejumlah kalangan menilai penindakan yang dilakukan selama kepemimpinan Kasat Resnarkoba Iptu Hengki masih lebih banyak menyasar terduga kurir atau pelaku lapangan, sementara pengungkapan jaringan dan bandar narkotika dinilai belum menunjukkan hasil yang signifikan, Kamis (30/7/2026).

Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap peredaran narkotika, publik berharap setiap penangkapan tidak berhenti pada pelaku yang diamankan. Proses penyidikan dinilai seharusnya dikembangkan untuk mengungkap pemasok, pengendali, hingga bandar yang menjadi aktor utama dalam mata rantai peredaran gelap narkotika.

Menurut sejumlah kalangan, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari banyaknya tersangka yang ditangkap. Yang lebih penting adalah kemampuan aparat memutus jaringan peredaran sehingga suplai narkotika ke masyarakat dapat ditekan secara nyata.

Di sisi lain, berbagai dugaan dan spekulasi mengenai penanganan perkara narkotika juga beredar di tengah masyarakat. Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum dapat diverifikasi dan belum didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, dugaan tersebut tidak dapat disimpulkan sebagai fakta dan hanya dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme pengawasan internal kepolisian maupun proses hukum apabila tersedia bukti yang memadai.

Tokoh masyarakat Bambel, Arahman, menilai apabila peredaran narkotika di Aceh Tenggara terus meningkat sementara pengungkapan terhadap bandar belum menunjukkan perkembangan yang berarti, maka diperlukan evaluasi terhadap kinerja pimpinan satuan.

“Kalau memang peredaran narkoba masih semakin marak dan bandar-bandar besar belum juga terungkap, lebih baik Kasat Narkoba Hengki mengundurkan diri,” ujar Arahman. Menurutnya, langkah tersebut dapat dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral apabila target utama pemberantasan narkotika belum tercapai.

Media ini telah berupaya memperoleh konfirmasi kepada Kasat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Iptu Hengki melalui pesan WhatsApp terkait kritik atas efektivitas pengembangan perkara, capaian pengungkapan jaringan, serta tanggapannya terhadap persepsi yang berkembang di masyarakat. Namun, hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Masady Manggeng Mundur Dari Relawan Abdya Maju

3 Agustus 2026 - 23:23 WIB

IMG 20260803 WA0003

Dinas Pangan dan Komisi B DPRK Temui Bulog, Perkuat Ketahanan Pangan Aceh Tenggara

3 Agustus 2026 - 22:45 WIB

IMG 20260803 WA0073

TTI: Pokir DPRA Tanpa Musrenbang Jangan Masuk APBA 2027

3 Agustus 2026 - 22:15 WIB

IMG 20260803 WA0076

LGBT Jangan Diberi Ruang di Acara Resmi, Ketua Fraksi Silayakh Usulkan Pemda Bentuk Satgas Pengawasan

1 Agustus 2026 - 22:28 WIB

IMG 20260801 WA0068

Tiga Desa di Samadua Bersatu Tolak Rencana Pertambangan PT MMS 

1 Agustus 2026 - 15:33 WIB

IMG 20260801 WA0029
Terpopuler di Politik