ACEH TENGGARA– Tokoh pemuda Kecamatan Lawe Bulan, Gandi Satria, mengapresiasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dinilai memberi manfaat langsung bagi petani di Kabupaten Aceh Tenggara.
Menurut Gandi, pembangunan irigasi merupakan kebutuhan penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian sekaligus mendorong produktivitas dan ketahanan pangan daerah.

“Program yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat patut didukung. Namun pelaksanaannya tetap harus diawasi agar sesuai juknis dan RAB,” tegas Gandi.
Ia meminta pengawasan proyek dilakukan berdasarkan data dan aturan. Jika ditemukan dugaan penyimpangan, menurutnya, harus disampaikan kepada lembaga berwenang untuk diperiksa secara profesional, bukan sekadar menjadi tuduhan di ruang publik.
“Yang benar kita dukung, yang kurang kita koreksi. Kalau ada dugaan pelanggaran, laporkan dan periksa melalui mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Selain irigasi, Gandi menilai Aceh Tenggara membutuhkan program strategis untuk memperkuat mitigasi bencana, khususnya penataan kawasan sungai dari hulu hingga hilir.
Ia menyebut rencana penanganan alur Kali Alas dan Kali Bulan perlu dikaji secara serius melalui dokumen teknis dan perencanaan pemerintah. Informasi mengenai nilai investasi yang disebut mencapai lebih dari Rp2 triliun, menurutnya, juga perlu dibuka secara transparan dan diverifikasi.
“Jangan sampai peluang pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat justru terhambat oleh isu yang belum teruji. Kalau ada masalah, periksa berdasarkan data dan aturan,” katanya.
Gandi mengajak pemerintah, DPR RI, kelompok tani, tokoh masyarakat, media, investor dan masyarakat sipil bersama-sama mengawal setiap program pembangunan.
“Pembangunan harus dikawal. Yang baik didukung, yang kurang diperbaiki, dan jika ada pelanggaran harus diproses sesuai aturan. Kepentingannya tetap masyarakat Aceh Tenggara,” pungkasnya














