ACEHBASE.com|ACEH SELATAN – Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, Rabu (2/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Wabup didampingi Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos selaku Dansatgas Karhutla Aceh Selatan, Plt Kalaksa BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA, SE., MM., serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Kabid Darurat dan Kabid Damkar BPBD Aceh Selatan.
Di lokasi, rombongan melihat langsung upaya pemadaman yang dilakukan Satgas Gabungan Karhutla Aceh Selatan. Personel gabungan terus menyisir area terbakar untuk menemukan sumber titik api sekaligus melakukan penyekatan agar api tidak kembali meluas.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis menjelaskan kepada Wabup bahwa saat ini satgas masih fokus menangani area lahan terbakar yang diperkirakan mencapai 12 hektare.
“Untuk saat ini kita fokus pada penanganan di lahan kurang lebih 12 hektare. Tim terus melakukan penyekatan dan penanganan pada sumber-sumber titik api agar api tidak kembali meluas,” kata Andrino.
Menurutnya, kondisi lahan yang terbakar menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Karena itu, personel di lapangan terus melakukan pemantauan dan penyisiran untuk memastikan bara maupun titik api yang masih tersisa dapat ditangani.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Satgas Karhutla yang hingga kini terus bekerja di lapangan.
“Kami dari pemerintah daerah sangat mengapresiasi langkah dan kerja keras Satgas Karhutla yang terus melakukan penanganan di lapangan. Ini merupakan kerja bersama yang melibatkan TNI, Polri, BPBD, Polhut, TNGL dan unsur masyarakat,” ujar Baital.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung upaya percepatan penanganan Karhutla agar kebakaran tidak semakin meluas dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Untuk memperkuat penanganan, Baital mengatakan akan segera berkoordinasi dengan sejumlah dinas terkait guna menambah personel yang dapat diperbantukan ke lokasi Karhutla.
“Kita akan koordinasikan dengan beberapa dinas untuk membantu menurunkan personel, sehingga penanganan di lapangan bisa lebih maksimal dan proses pemadaman dapat dipercepat,” katanya.
Baital juga menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur dalam menghadapi Karhutla, terutama karena kondisi lahan membutuhkan penanganan cepat, sekaligus pemantauan secara berkelanjutan setelah api berhasil dipadamkan.
Menurutnya, Karhutla hampir selalu muncul ketika memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena kebakaran kerap terjadi pada lahan-lahan yang baru dibuka.
“Karhutla ini hampir setiap tahun terjadi ketika memasuki musim kemarau. Kita melihat kebakaran juga sering terjadi di lahan-lahan yang baru dibuka. Karena itu, persoalan ini tidak cukup hanya kita tangani ketika api sudah muncul, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kesadaran kita bersama untuk mencegahnya,” ujar Baital.
Ia mengingatkan masyarakat maupun pihak lain yang melakukan pembukaan lahan agar tidak menggunakan cara-cara yang berpotensi memicu kebakaran dan memperluas dampak Karhutla.
“Kalau kesadaran kita bersama belum tumbuh, maka kejadian seperti ini dikhawatirkan akan terus berulang setiap tahun. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran yang dapat menimbulkan kebakaran, dan segera melaporkan apabila melihat adanya titik api,” katanya.
Baital menambahkan, pemerintah daerah bersama Satgas Karhutla akan terus melakukan pemantauan di lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali titik api yang dapat meluas ke area lainnya.
“Penanganan ini membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, TNI, Polri, petugas kehutanan, masyarakat dan seluruh pihak harus memiliki kepedulian yang sama. Kita ingin Karhutla tidak hanya dipadamkan, tetapi juga dicegah agar tidak terus berulang,” pungkasnya.[Red]














