ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan terus memperkuat upaya mitigasi dan deteksi dini di wilayah masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan bukan karena telah terjadi karhutla, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk mencegah munculnya titik api sekaligus memastikan setiap potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin sebelum berkembang dan meluas.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pencegahan dan pemantauan dilakukan bersama unsur Polri serta petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari BPBD Aceh Selatan. Sinergi lintas instansi ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat langkah apabila ditemukan potensi kebakaran di lapangan.
Melalui para Babinsa, jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan melakukan pemantauan kondisi wilayah, khususnya kawasan yang memiliki potensi rawan kebakaran. Babinsa juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.
Selain upaya langsung di lapangan, jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan juga memperluas langkah pencegahan melalui penyebarluasan flyer dan pemasangan spanduk imbauan di sejumlah lokasi yang mudah dilihat masyarakat.
Materi imbauan tersebut mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya potensi titik api atau aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis mengatakan, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi karhutla.
“Kita tidak menunggu sampai terjadi kebakaran. Langkah yang kita lakukan adalah pencegahan dan deteksi dini. Babinsa harus mengetahui kondisi wilayahnya, terutama daerah yang memiliki potensi rawan karhutla,” tegas Dandim.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemantauan di lapangan. Kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga lingkungan dari potensi kebakaran.
“Karena itu, kita tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga menyebarluaskan imbauan melalui flyer dan spanduk. Ini menjadi pengingat bersama agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar,” ujarnya.
Dandim juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya deteksi dini. Apabila menemukan adanya potensi kebakaran, warga diminta segera melaporkan kepada aparat maupun pihak terkait agar dapat dilakukan langkah penanganan sedini mungkin.
“Jangan menunggu api membesar. Kalau ada potensi atau titik api, segera laporkan. Semakin cepat diketahui, semakin mudah kita cegah agar tidak berkembang,” kata Dandim.
Upaya tersebut dilakukan dengan membangun koordinasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, BPBD melalui petugas Damkar, pihak kehutanan serta unsur terkait lainnya sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.
Melalui pemantauan bersama, deteksi dini, edukasi hingga penyebarluasan imbauan, Kodim 0107/Aceh Selatan berkomitmen memperkuat sinergi lintas instansi dalam mencegah karhutla sekaligus menjaga kelestarian hutan, lahan dan lingkungan di wilayah Aceh Selatan.
Cegah sebelum terjadi, deteksi sejak dini, dan jaga lingkungan bersama.[Red]














