BANDUNG – Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan dan inovasi pembelajaran Mata Kuliah Umum (MKU), Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum Universitas Syiah Kuala (UPT MKU USK) melakukan kunjungan akademik ke Institut Teknologi Bandung (ITB), Kamis (16/10/2026).
Kunjungan tersebut dianggap menjadi langkah strategis untuk mempelajari praktik baik pengelolaan MKU yang berorientasi pada pengembangan kompetensi mahasiswa, pembelajaran berbasis proyek, dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tentang Pendidikan Berkualitas.

Kepala UPT MKU USK, Dr. Herman R, S.Pd., M.Pd., beserta staf Pengadministrasi Akademik MKU USK, Iqbalul Hadi, S.Kel., M.Si., disambut langsung oleh Direktur Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB, Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si., di ruang rapat Kantor Ditsama ITB.
Dalam pertemuan tersebut, Direktur Ditsama ITB didampingi oleh Kasubdit Pendidikan Persiapan Ditsama ITB, Dr. Anton Timur Jaelani, S.Si., M.Si., yang membawahi pelaksanaan dan pengelolaan mata kuliah umum di ITB, serta Kasi Mata Kuliah Wajib ITB dan Mata Kuliah Umum ITB, Asep Setiawan, S.Kom.
Kepada media ini, Herman menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperoleh informasi dan pengalaman mengenai tata kelola serta pelaksanaan pembelajaran MKU di ITB, terutama dalam mengembangkan model pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman dan tantangan dunia kerja.
“Saya mendapat informasi bahwa mata kuliah umum di ITB cukup beragam dan sebagian pembelajarannya berorientasi pada proyek atau produk. Ini menjadi hal yang menarik untuk kita pelajari. Siapa tahu ada praktik baik yang dapat kita adaptasi dan inovasikan di USK untuk meningkatkan kualitas pembelajaran MKU sekaligus mendukung pencapaian salah satu SDGs yang menjadi perhatian USK, yaitu pendidikan berkualitas,” ujar Herman.
Ia mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut memberikan banyak wawasan baru mengenai pengelolaan mata kuliah umum di ITB. Melalui Ditsama, ITB mengelola Mata Kuliah Wajib ITB (MKWI) dan Mata Kuliah Umum (MKU). Artinya, kata Herman, di MKU ITB ada mata kuliah wajib dan juga MKU pilihan.
“ITB merancang MKU wajib dan pilihan untuk memperkaya kompetensi mahasiswa, baik dalam aspek akademik maupun keterampilan. Salah satu MK yang menarik perhatian adalah keberadaan mata kuliah yang berkaitan dengan teknologi digital dan Artificial Intelligence. ITB mewajiban mata kuliah AI bagi seluruh mahasiswanya,” papar Herman.
Dosen FKIP USK itu menambahkan, pengintegrasian pengetahuan dan keterampilan digital dalam pembelajaran menjadi penting agar mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain itu, kata dia, ITB juga menyediakan mata kuliah umum pilihan seperti penulisan kreatif dan jurnalistik, yang mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan menulis secara baik, kritis, dan bermutu.
“Ini menunjukkan bahwa mata kuliah umum dapat dikembangkan secara dinamis dan tidak hanya fokus pada penyampaian materi di ruang kelas. Mahasiswa juga perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan keterampilan menghasilkan karya,” tutur Kepala UPT MKU USK.
Menurut Herman, hal lain yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah penerapan pembelajaran yang berorientasi pada produk atau luaran nyata. Pendekatan ini dinilai relevan dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE), yang menempatkan capaian pembelajaran mahasiswa sebagai dasar dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pendidikan.
Dalam pertemuan itu, Herman juga memperoleh informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, komunitas, maupun instansi vertikal setelah pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS).
“Model pembelajaran seperti ini menarik untuk dikaji lebih lanjut. Mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat dan menerapkan pengetahuannya untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan salah satu pendekatan yang dapat memperkuat relevansi pembelajaran MKU dengan kebutuhan nyata,” tambah Herman.
Ia berharap, kunjungan akademik ke ITB tersebut menjadi referensi penting bagi UPT MKU USK dalam merancang pengembangan pembelajaran MKU yang lebih inovatif, adaptif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran. Praktik baik yang diperoleh akan dikaji sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan arah pengembangan pendidikan di USK.[]













