ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Kepanikan menyelimuti Desa Rot Teungoh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Selasa (4/8/2026) pagi. Sebatang pohon mangga berukuran besar tiba-tiba roboh diterjang angin kencang dan menghantam rumah warga hingga merusak bagian dapur.

Namun, situasi darurat itu tak berlangsung lama. Begitu laporan diterima, personel TNI, Polri, Damkar, Pemerintah Kecamatan Meukek, dan masyarakat langsung bergerak cepat menuju lokasi.
Tanpa menunggu lama, mesin chainsaw meraung, parang diayunkan, dan proses evakuasi dilakukan secara gotong royong hingga tuntas.
Rumah yang terdampak merupakan milik M. Yahya (61), seorang petani warga Desa Rot Teungoh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, bagian dapur rumah mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian material sekitar Rp15 juta.
Peristiwa bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika M. Yahya mendengar suara benturan keras dari samping rumahnya. Saat keluar untuk memastikan, ia mendapati pohon mangga yang berada di dekat rumah telah tumbang akibat angin kencang dan menimpa dapur rumahnya.
Laporan segera disampaikan kepada Keuchik Desa Rot Teungoh. Hanya berselang beberapa menit, Camat Meukek, personel Koramil 03/Meukek, Polsek Meukek, serta Tim Damkar Pos 02 Meukek tiba di lokasi membawa peralatan evakuasi.
Personel gabungan bersama sekitar 20 warga langsung memotong batang dan ranting pohon menggunakan mesin chainsaw dan parang. Semangat gotong royong begitu terasa, memperlihatkan sinergi kuat antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.
Batuud Koramil 03/Meukek Peltu Adri Rahdian mengatakan, begitu menerima informasi, personel Koramil langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses evakuasi bersama Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, dan masyarakat.
“Ini merupakan bentuk respons cepat kami terhadap setiap kejadian yang dialami masyarakat. Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan lancar dan tidak ada korban jiwa. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci sehingga penanganan dapat diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.
Peltu Adri juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana.
“Kami mengingatkan warga untuk memperhatikan kondisi pohon-pohon besar di sekitar rumah. Jika dinilai membahayakan, sebaiknya segera dipangkas atau dilaporkan kepada aparat desa agar dapat ditindaklanjuti. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tegasnya.
Seluruh batang pohon yang menimpa rumah berhasil disingkirkan dalam waktu sekitar dua jam. Akses kembali normal dan lokasi dinyatakan aman.
Sementara itu, Camat Meukek T. Ikbal Hidayatullah, S.Ag., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang belakangan kerap terjadi.
“Cuaca saat ini cukup ekstrem dan sulit diprediksi. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama ketika hujan disertai angin kencang. Hindari berteduh atau memarkir kendaraan di bawah pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan setiap kondisi yang berpotensi membahayakan kepada aparat desa maupun instansi terkait agar dapat segera ditangani.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” tutup Camat Meukek.[Red]














