ACEHBASE.com| ACEH SELATAN, Minggu (26/7/2026) – Progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki tahapan pemasangan dinding yang hampir rampung, personel Satgas TMMD kini melanjutkan pekerjaan dengan fokus pada pemasangan sloof atas sebagai penopang rangka atap.

Pekerjaan tersebut dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat penerima manfaat. Tahapan pemasangan sloof atas menjadi bagian penting dalam proses pembangunan rumah karena berfungsi memperkuat struktur bangunan sebelum memasuki tahap pemasangan rangka dan penutup atap.
Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos, mengatakan seluruh personel Satgas terus mengoptimalkan pekerjaan sasaran fisik agar dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditentukan.
“Alhamdulillah progres pembangunan RTLH terus berjalan. Saat ini pemasangan dinding hampir selesai dan dilanjutkan dengan pemasangan sloof atas sebagai penopang rangka atap. Kami berkomitmen menghadirkan rumah yang layak, kokoh, dan nyaman bagi masyarakat penerima manfaat,” ujar Dansatgas.
Lebih lanjut, Dansatgas menyampaikan bahwa progres pembangunan RTLH khusus pada titik keempat saat ini telah mencapai 26 persen. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa seluruh tahapan pekerjaan terus bergerak sesuai rencana.
“Progres RTLH titik keempat sudah mencapai 26 persen. Seluruh personel terus bekerja maksimal dengan tetap memperhatikan kualitas dan ketepatan waktu penyelesaian,” katanya.
Sementara itu, sasaran fisik TMMD lainnya juga terus dikebut oleh Satgas. Sejumlah pekerjaan seperti pembukaan badan jalan dan pembangunan sumur bor terus berjalan secara simultan guna mempercepat penyelesaian program yang nantinya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui program TMMD ke-129 ini, TNI tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat. Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.[Red]














