ACEHBASE.com| ACEH SELATAN — Komandan Kodim (Dandim) 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menghadiri Lokakarya Awal Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sekdakab Lantai II Kantor Bupati Aceh Selatan, Selasa (8/9/2026). Turut hadir Forkopimda Aceh Selatan, perwakilan BPBA Prov Aceh, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala dinas, instansi vertikal, pihak terkait serta undangan lainnya.
Dalam laporannya, Plt. Kalaksa BPBD Aceh Selatan Mudatsir ZA, SE., MM., menyampaikan bahwa lokakarya awal tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyusunan Dokumen RPB Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2026.
Penyusunan dokumen RPB menjadi langkah strategis dalam memperkuat perencanaan penanggulangan bencana di daerah, sekaligus menjadi acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pengurangan risiko bencana serta peningkatan kapasitas masyarakat.
Sementara itu, di sela-sela menghadiri kegiatan tersebut, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodim 0107/Aceh Selatan, siap berperan aktif dalam mendukung pemerintah daerah pada setiap tahapan penanggulangan bencana.
“Dalam konteks Rencana Penanggulangan Bencana, Kodim 0107/Aceh Selatan siap berperan aktif sesuai tugas dan kewenangan TNI, terutama dalam mendukung upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana,” ujar Dandim.
Menurutnya, keterlibatan Kodim dalam penyusunan RPB penting untuk memastikan dukungan sumber daya dan kemampuan TNI dapat terintegrasi dalam perencanaan penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Selatan.
Kodim memiliki jajaran kewilayahan hingga tingkat Koramil dan Babinsa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Jaringan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pemantauan kondisi wilayah, penyampaian informasi terkait potensi kerawanan, serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
“Babinsa merupakan ujung tombak kewilayahan yang berada dekat dengan masyarakat. Mereka dapat membantu memberikan informasi terkait kondisi dan potensi kerawanan di wilayah binaan, sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi bencana,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dandim menyampaikan bahwa ketika terjadi bencana, Kodim dapat mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki untuk membantu proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pengamanan wilayah, pendistribusian bantuan serta mendukung kelancaran penanganan di lapangan sesuai kebutuhan dan hasil koordinasi dengan BPBD maupun instansi terkait.
“Karena itu, kami berharap RPB ini benar-benar menjadi dokumen bersama yang operasional dan dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Kodim siap bersinergi dengan BPBD, pemerintah daerah, Polri, instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan serta mempercepat penanganan apabila terjadi bencana,” pungkasnya.
Dengan adanya penyusunan RPB secara terpadu, diharapkan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah, termasuk dukungan TNI melalui Kodim 0107/Aceh Selatan, dapat terintegrasi dengan baik sehingga upaya penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Selatan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, terkoordinasi dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.[Red]














