ACEHBASE.com| ACEH SELATAN – Iqbal Muksin, perwakilan Kecamatan Samadua, dan Carissa Adelia Putri dari Kecamatan Tapaktuan resmi dinobatkan sebagai Agam dan Inong Aceh Selatan Tahun 2026 pada malam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Agam Inong Aceh Selatan yang berlangsung di Aula Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Sabtu (1/8) malam.

Malam penobatan berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE, Ketua DPRK Aceh Selatan beserta anggota, unsur Forkopimda, para kepala SKPK, unsur Muspika, tokoh masyarakat, sponsor, serta tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Munharsam, SE., M.Si., mengatakan pemilihan Agam dan Inong merupakan salah satu strategi Dinas Pariwisata dalam memperkuat promosi sektor pariwisata dan budaya daerah.
Menurutnya, promosi yang dilakukan secara efektif, kreatif, dan terarah menjadi kunci untuk memperkenalkan potensi wisata Aceh Selatan kepada masyarakat yang lebih luas. Karena itu, Dinas Pariwisata secara konsisten menjadikan Pemilihan Agam dan Inong sebagai wadah melahirkan generasi muda yang mampu menjadi ikon pariwisata sekaligus mitra pemerintah dalam mempromosikan potensi daerah.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi tahunan, tetapi menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda agar memiliki wawasan, karakter, kreativitas, serta kepedulian terhadap kemajuan pariwisata dan budaya Aceh Selatan,” kata Munharsam.
Ia menegaskan, di era digital saat ini seorang Duta Wisata dituntut menjadi garda terdepan sekaligus agen promosi yang mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk memperkenalkan destinasi wisata Aceh Selatan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Duta Wisata harus mampu menjadi teladan, inspirasi bagi generasi muda, serta menjadi mitra aktif pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah,” ujarnya.
Munharsam juga memberikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi. Ia menyebut seluruh peserta merupakan putra-putri terbaik Aceh Selatan.
“Dari 17 peserta yang mendaftar, hanya 14 orang yang berhasil menjadi finalis. Menang atau kalah adalah hal yang biasa, tetapi pengalaman, ilmu, jejaring, dan proses pembinaan yang telah dijalani merupakan bekal berharga untuk terus berkontribusi bagi daerah tercinta,” katanya.
Ia berharap para finalis tetap menjadi bagian dari keluarga besar Duta Wisata Aceh Selatan dan terus mengambil peran dalam mempromosikan potensi daerah.
Lebih lanjut, Munharsam mengungkapkan bahwa Dinas Pariwisata berkomitmen memperkuat kemitraan bersama Agam dan Inong Aceh Selatan melalui berbagai program promosi, khususnya dengan memanfaatkan platform digital dan media sosial.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang berkelanjutan sehingga keberadaan Agam dan Inong tidak hanya sebatas seremonial atau formalitas, tetapi benar-benar menjadi mitra strategis pemerintah dalam memajukan pariwisata Aceh Selatan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Munharsam turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, DPRK, unsur Forkopimda, para sponsor, dewan juri, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilihan Agam dan Inong Aceh Selatan Tahun 2026.
“Sinergi dan dukungan dari semua pihak menjadi modal penting untuk terus membangun sektor pariwisata Aceh Selatan agar semakin maju, dikenal luas, dan mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Malam Grand Final ditutup dengan prosesi penyematan selempang dan mahkota kepada Iqbal Muksin sebagai Agam Aceh Selatan 2026 dan Carissa Adelia Putri sebagai Inong Aceh Selatan 2026.
Keduanya diharapkan mampu menjadi wajah baru promosi pariwisata Aceh Selatan sekaligus membawa nama daerah bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.[Red]














